Di Pesta Rakyat Simpedes, Bos Brodo Ungkap Kualitas Sepatu RI Terbaik Ketiga Dunia

Founder Brodo Footwear, Muhammad Yukka Harlanda, mengklaim bahwa kualitas sepatu produksi Indonesia menempati peringkat terbaik ketiga di dunia. Tak heran banyak merek ternama yang memproduksi sepatu di Indonesia lalu diekspor ke luar negeri.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Di Pesta Rakyat Simpedes, Bos Brodo Ungkap Kualitas Sepatu RI Terbaik Ketiga Dunia
CEO Brodo, Yukka Harlanda. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Founder Brodo Footwear, Muhammad Yukka Harlanda, mengklaim bahwa kualitas sepatu produksi Indonesia menempati peringkat terbaik ketiga di dunia. Tak heran banyak merek ternama yang memproduksi sepatu di Indonesia lalu diekspor ke luar negeri.

"Di Indonesia ini kita peringkat ketiga terbesar sepatu di dunia," Yukka dalam Talk Show Pesta Rakyat Simpedes, Jakarta, Sabtu (7/11).

Selain produk sepatu buatan Indonesia berkualitas baik, pasar konsumen di Tanah Air pun ada. Hanya saja, belum ada merek lokal yang bisa menarik perhatian konsumen.

"Pasar kita ini seger banget, kualitas ada tapi brand yang tidak dipunya di Indonesia," kata dia.

Apalagi, saat ini sepatu bukan hanya sebuah kebutuhan. Melainkan menjadi tren fesyen di masyarakat khususnya anak muda.

Peluang inilah yang diambil Yukka untuk membuat merek lokal bernama Brodo. Membuat desain yang menarik, Brodo juga memaksimalkan strategi pemasaran produk.

Brodo, menurutnya, hadir dengan kualitas tinggi yang setara dengan merek ternama yang ada selama ini. "Nah kita gunakan kemampuan yang ada untuk sejajar dengan kualitas sepatu brand luar negeri," kata dia.

Ekspor Sepatu Indonesia Baru 2 Persen

Sebelumnya, potensi pasar sepatu global diperkirakan mencapai USD 25 miliar. Sejauh ini, ekspor sepatu Indonesia baru merambah Eropa dan Amerika Serikat dengan nilai mencapai USD 4 miliar atau 2 persen dari total potensi pasar dunia.

"Meski baru USD 4 miliar atau 2 persen dari pangsa pasar dunia. Tetapi Indonesia punya potensi besar dan tak boleh kehilangan momentum ini," ujar Ketua Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Harijanto.

Menurutnya, Indonesia masih di bawah Vietnam dan China. Nilai ekspor sepatu Vietnam ke seluruh dunia menembus USD 10 miliar, naik 25 kali lipat ketimbang sepuluh tahun lalu.

"Vietnam sudah mampu melewati Indonesia dalam lima tahun ini. Kami kurang mendapat dukungan regulasi dari pemerintah," katanya.

"Padahal dari kenyamanan investasi, kita lebih unggul. Tapi kita kalah oleh Vietnam karena regulasi, birokrasi izin di daerah, bea cukai dan masalah perburuhan. Kondisi ini bikin investor tidak mau datang ke Indonesia."

Sedangkan nilai ekspor sepatu China, kata Harijanto, menembus USD 70 miliar.

Rekomendasi