Perbankan di Tanah Air dipastikan tetap akan menyalurkan pendanaan untuk proyek infrastruktur pemerintah meskipun pandemi Corona memberi dampak ke seluruh sektor usaha.
Direktur Utama Bank Central Asia (BCA), Jahja Setijaatmadja menyatakan, pihaknya bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menegaskan akan tetap menyalurkan kredit untuk proyek pemerintah.
"Ini bentuk keseriusan pemerintah untuk terus menjalankan proyek infrastruktur. Kami dan bank Himbara, kami tetap proses jalan tol, pelabuhan, Angkasa Pura (pengelola bandara), mereka masih butuh untuk bangun meskipun di suasana ini," ujar Jahja dalam diskusi daring, Rabu (10/6).
Namun sebaliknya, untuk sektor industri manufaktur, pihaknya belum bisa memastikan penyaluran itu karena adanya PSBB yang menyebabkan operasional pabrik berhenti sementara.
Jahja mengatakan, pihaknya tidak bisa fokus memberikan kredit ke satu segmen bisnis saja. Seluruh bank termasuk BCA siap membantu industri menjalankan bisnis mereka. Jahja bahkan mengibaratkan perbankan seperti pasar swalayan, di mana seluruh hal bisa didapatkan di situ.
"Tapi kalau korporasi, apakah mereka harus beli ekstra bahan baku untuk kebutuhan vitamin, itu harus didukung," katanya.
Advertisement
Industri Tertentu
Dengan kata lain, hanya industri tertentu saja yang bisa mendapatkan pendanaan di tengah pandemi, dan hal itu dilihat berdasarkan urgensi bisnis serta portofolio kredit mereka.
"Tapi kalau sudah megap-megap di bank lain, lalu dia minta ke kita pinjaman, ya kita tutup pintu, mohon maaf kalau ke yang kurang menjanjikan. Tapi kalau misalnya hotel, sekarang memang mati, tapi nasabahnya baik dan butuh dana untuk gaji karyawan, renovasi, kita support," jelasnya.
Hal yang sama berlaku untuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Perbankan akan mengusahakan penyaluran kredit di tengah pandemi.
"Asal jangan hari ini apply kredit, besok dapat, lusa minta restrukturisasi, itu namanya cari kesempatan dalam kesempitan," katanya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com