Skenario Terburuk, Angka Kemiskinan Meningkat Capai 3,87 Juta Orang

Pemerintah Jokowi-Maruf memperkirakan angka kemiskinan di Indonesia akan kembali meningkat akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Sebab, secara keseluruhan virus itu berdampak cukup signifikan sekali terhadap ekonomi Indonesia.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Skenario Terburuk, Angka Kemiskinan Meningkat Capai 3,87 Juta Orang
Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Pemerintah Jokowi-Maruf memperkirakan angka kemiskinan di Indonesia akan kembali meningkat akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Sebab, secara keseluruhan virus itu berdampak cukup signifikan sekali terhadap ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, di tengah kondisi ekonomi yang tertekan maka skenario beratnya akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan sebesar 1,1 juta penduduk. Sementara untuk skenario yang lebih berat, tambahan angka kemiskinan akan sebanyak 3,78 juta orang.

"Angka kemiskinan kita bisa naik dengan tambahan 1,1 juta orang atau skenario lebih berat kita akan menghadapi tambahan kemiskinan 3,78 juta orang," ujar dia dalam video conference di Jakarta, Selasa (14/3).

Bendahara Negara ini menyebut perhitungan itu didapat jika pertumbuhan ekonomi yang tadinya ditargetkan tumbuh di kisaran 5,3 persen tahun ini diproyeksi hanya akan tumbuh ke 2,3 persen. Bahkan jika pandemi ini tidak segera diatasi, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 akan tumbuh negatif 0,4 persen.

"Untuk PDB saat ini kita estimasi dalam kondisi berat dan sangat berat. Baseline kita di 5,3 persen akan turun di 2,3 persen, bahkan jika situasi sangat berat mungkin juga menurun sampai negatif growth 0,4 persen," jelasnya.

Rentan Terdampak Corona

Pandemi virus corona tak hanya berisiko terhadap orang-orang mampu yang suka melancong ke luar negeri. Terus meluasnya penyebaran Covid-19 ini membuat masyarakat miskin menjadi salah satu kategori yang paling rentan terdampak.

Ekonom World Bank, Vivi Alatas menjelaskan, pemahaman kalangan ini akan menjaga jarak atau social distancing diklaim masih rendah. Apalagi profesi mereka yang mengharuskan keluar rumah menjadi salah satu faktor pendukungnya.

Untuk itu, Vivi berharap tidak hanya pemerintah dan BUMN, pihaknya ingin swasta ikut melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai bagaimana pencegahan virus corona bagi masyarakat miskin.

"Kelompok masyarakat miskin butuh tahu tentang apa yang sebaiknya dilakukan, baik tentang sosial distancing, dengan cara menaikkan stamina dan imun tubuh, apa yang harus dilakukan dalam berbagai kondisi kesehatan, kapan harus ke rumah sakit, dan sebagainya. Transparansi dan penyebaran informasi sangat penting dan butuh juga dipastikan bahwa orang-orang itu juga tahu tentang hal ini," ujarnya di Jakarta, Senin (23/3).

Jika wabah Virus Corona ini tak segera teratasi, Vivi meyakini angka kemiskinan Indonesia bisa bertambah cukup signifikan. Untuk itu, kerja sama dan koordinasi semua pihak dalam mengatasi virus ini dinilai menjadi salah satu kuncinya.

Rekomendasi