Ketua Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengatakan, dalam menunjang eksistensi karet Indonesia, pemerintah diminta untuk menggunakan karet alam sebagai pembangunan jalan aspal di Ibu Kota baru, Kalimantan. Aziz menerangkan dengan begitu produksi karet alam Indonesia akan berkembang dan petani akan mengalami keuntungan.
"Industri karet di Indonesia sudah banyak, (seperti misalnya digunakan untuk) blok anti gempa, blok-blok untuk pelabuhan, jalan-jalan, nah aspal itu kan semuanya karet," ujarnya di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Jakarta, Senin (20/1).
Aziz berjanji akan membicarakan rencana ini ke pemerintah. "Jadi habis ini, (Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia) kirim surat ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, supaya diadakan tim."
Aziz menambahkan terkait program penanaman kembali (replanting) karet alam dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri petani. "Petani itu, pesimis saja, jadi ini alasan kami, untuk menaikkan gairah dia untuk menanam karet alam ini," kata dia.
Aziz melihat Indonesia harus meningkatkan pengelolaan karet alami untuk keuntungan jangka panjang. "Jangan sampai hanya menghitung keuntungan atau kelemahan dalam jangka waktu yang sebentar," ujarnya.
"Dikhawatirkan, suatu saat kita akan impor karet, penggunaan karet alami, dapat digunakan sebagai bahan bakar. (Dari itu) Petani itu harus yakin, dan harus yakin tentang apa yang dia tanam dan kerjakan itu benar," tambah Aziz.
Advertisement
Musim Hujan, Ekspor Karet Turun
Aziz menaksir kinerja ekspor karet akan mengalami penurunan akibat musim hujan di Sumatera. "Dengan kisaran penurunan 15-19 persen lah."
Sementara itu, Aziz menerangkan ada alasan yang membuat produksi karet mengalami penurunan. Diantaranya hilangnya rasa percaya diri dalam diri petani karet. Sehingga penanaman kembali karet alam, bermanfaat untuk meningkatkan rasa percaya diri bagi petani.
Kemudian, keadaan pohon yang sudah tua juga menjadi alasan penurunan produksi karet alami. Di sisi lain, harga produksi karet dinilai Aziz masih terhitung stabil meski beberapa kali mengalami penurunan. "Boleh kadang-kadang harga itu rendah, tapi jangan terus dibabat," ujarnya.
Reporter Magang : Nurul Fajriyah