Tekan Impor, INKA Harap Inalum Bisa Pasok Kebutuhan Aluminium untuk Kereta Cepat

INKA akan meningkatkan penggunaan aluminium dalam komponen kereta. Namun, BUMN tersebut masih mengalami kendala pasokan aluminium. INKA menggunakan aluminium sebagai komponen badan kereta. Ke depan, penggunaannya akan meningkat karena mengikuti desain kereta membutuhkan komponen yang ringan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Tekan Impor, INKA Harap Inalum Bisa Pasok Kebutuhan Aluminium untuk Kereta Cepat
Kereta cepat Jakarta-Bandung. ©2017 Merdeka.com/Siti Nur Azzura

PT INKA (Persero) akan meningkatkan penggunaan aluminium dalam komponen kereta. Namun, badan usaha milik negara (BUMN) tersebut masih mengalami kendala pasokan aluminium.

Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, mengatakan‎ perusahaannya menggunakan aluminium sebagai komponen badan kereta. Ke depan, penggunaannya akan meningkat karena mengikuti desain kereta membutuhkan komponen yang ringan.

"Desain kita juga ke depan sudah pakai aluminium desainnya," kata Budi, di Kantor Kementerian Badan Usaha Mili Negara (BUMN), Jakarta, Senin (19/8).

Budi mengungkapkan, INKA menghadapi kendala dalam penggunaan aluminium, yaitu pasokan aluminium yang masih berasal dari impor. Dia mengaku sudah melakukan negosiasi dengan pabrik aluminium di Morowali Sulawesi Selatan, namun permintaan INKA tidak bisa dilayani karena aluminium hasil produksi pabrik tersebut sudah terserap.

"Saya sudah ke Morowali kuota sudah habis. Saya minta Morowali bisa suplai," tuturnya.

Budi berharap, induk holding pertambangan BUMN PT Indonesia aluminium (Inalum) segera bisa membuat aluminium untuk komponen badan kereta. Sehingga INKA tidak lagi melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan pembuatan kereta.

‎"Makanya nanti siapa tahu Inalum bisa membuat body keretanya itu. Karena ke depannya nanti sudah dapat aluminium. Karena semua kereta cepat ke depannya pakai aluminium," tandasnya.‎

Reporter: Pebrianto Eko Wicksono

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi