Produsen Benang Sutra Rekayasa Asal Jepang Lirik Bangun Pabrik di Indonesia

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, mengatakan perusahaan asal Negeri Sakura telah berhasil membuat substitusi benang sutra yang berasal dari limbah bijih kapas bernama Bemberg. Bemberg ini bisa menjadi alternatif pengganti benang sutra.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Produsen Benang Sutra Rekayasa Asal Jepang Lirik Bangun Pabrik di Indonesia
ulat sutra. ©2017 AFP PHOTO/ARUN SANKAR

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak produsen benang asal Jepang untuk membangun pabrik di Indonesia. Hal ini guna memenuhi kebutuhan benang sutra di dalam negeri serta menggenjot ekspor kain dan produk pakaian dari sutra.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, mengatakan perusahaan asal Negeri Sakura telah berhasil membuat substitusi benang sutra yang berasal dari limbah bijih kapas bernama Bemberg.

"Untuk mengganti serat sutra, perusahaan Jepang bikin benang dari biji kapas dari waste industri pemintalan benang kapas, itu dilebur menjadi benang (sutra). Ternyata karakteristiknya itu kapas tetapi penampakannya seperti sutra. Itu bisa kita gunakan. Itu namanya Bemberg," ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (20/3).

Menurut Gati, Bemberg ini bisa menjadi alternatif pengganti benang sutra di tengah terbatasnya dan mahalnya harga bahan baku sutra di dalam negeri. "Kita mau garap lebih serius karena ini bisa menggantikan serat sutra. Karena sutra sekarang ini sudah sulit sekali. Kalau pun ada, itu mahal. Kita harapkan dari produksinya Bemberg bisa menggantikan serat sutra," kata dia.

Menurut Gati, sebenarnya investor asal Jepang tersebut telah menyatakan minat untuk membangun pabrik di Indonesia. Sebab, permintaan akan benang sutra dan produk turunannya tinggi di Indonesia.

"Tahun lalu saya ketemu dengan investornya. Mereka sepanjang demand di sini tinggi, mereka akan pindahkan pabriknya ke Indonesia. Itu bagus sekali. Itu yang saya kejar, kalau ada pabriknya di sini, maka centernya ada di sini. Itu kita bisa kejar harganya sehingga produk-produk ekspor kita bisa lebih murah," tandas dia.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi