Penjualan Rumah Bekas di 2018 Meningkat, Paling Banyak di Jabodetabek

Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, mengatakan bahwa tren penjualan rumah sekunder atau bekas pada 2018 cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data Rumah123, rata-rata para pencari rumah lebih banyak dilakukan di wilayah Jabodetabek.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Penjualan Rumah Bekas di 2018 Meningkat, Paling Banyak di Jabodetabek
kredit rumah. ©2012 Merdeka.com

Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, mengatakan bahwa tren penjualan rumah sekunder atau bekas pada 2018 cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data Rumah123, rata-rata para pencari rumah lebih banyak dilakukan di wilayah Jabodetabek.

"Tiga area pencarian yang meningkat di Jabodetabek ada di beberapa kota, seperti Depok, Tangerang, dan Bogor," kata Ignatius dalam acara diskusi property outlook 2019, di Jakarta, Kamis (24/1).

Ignatius mengatakan, selain di Jabodetabek, pencarian rumah bekas justru meningkat terjadi di daerah Surabaya. Menariknya pencarian properti di daerah tersebut meningkat dua kali lipat apabila dibandingkan periode sebelumnya.

"Pencarian properti di Surabaya meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumya," imbuhnya.

Dari tren pencarian rumah yang dilakukan di Jabodetabek dan Surabaya, rata-rata pihaknya mencatat harga rumah yang diminati para pencari properti yakni berada dikisaran Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar.

"Pada 2018 trend pencarian rumah tidak turun di bulan-bulan yang terdahulu dianggap bukan bulannya properti seperti pada saat bulan Juni-Juli bulannya anak sekolah dan juga bulannya Iebaran," pungkasnya.

Rekomendasi