Amerika Serikat (AS) rupanya menjadi negara tujuan ekspor utama dari produk fesyen muslim Indonesia. Padahal, penduduk negara tersebut mayoritas bukan muslim.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Tjahja Widjayanti, mengatakan selama ini ekspor utama produk fesyen muslim Indonesia justru bukan ke negara-negara muslim. "Ekspor produk muslim, tidak melulu ke negara muslim," ujar dia di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Jumat (14/12).
Dia mengungkapkan, dari 10 negara utama, hanya dua negara mayoritas muslim yang menjadi tujuan ekspor produk fesyen Indonesia. Bahkan di urutan pertama yaitu AS. "AS nomor 1, mungkin karena nyaman digunakan. Uni Emirat Arab malah nomor 10. Yang lain tidak negara muslim, kecuali Turki di posisi 5," kata dia.
Tjahja menyatakan, Indonesia juga berpotensi besar menjadi pemain ekspor utama produk fesyen muslim di dunia. Sebab, Indonesia memiliki cukup modal seperti sumber daya manusia dan bahan baku. "Kita tidak punya kendala jadi pusat busana muslim, karena resource-nya kita punya. SDM ada, bahan baku juga ada. Tinggal buat pendampingan pada para produsen ini," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com