Bank Indonesia berharap kepada sleuruh pesantren di Indonesia untuk mulai mengajarkan ilmu kewirausahaan kepada para santrinya. Ilmu ini dinilai sangat bermanfaat bagi kemandirian ekonomi pesantren itu sendiri dan juga nasional.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, saat ini sudah ada pesantren memiliki unit usaha. Unit usaha inilah yang kemudian berfungsi sebagai penopang ekonomi pesantren itu sendiri.
"Kalau bicara kemandirian itu berarti soal daya juang dan kewirausahaan. Para santri ini jelas daya juangnya tidak perlu ditanyakan dan kemampuan bersaingnya sudah teruji. Tinggal masalah kemampuan kewirausahannya. Itu yang saya kira perlu terus diajarkan dan ditingkatkan," kata Perry di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City, Surabaya, Selasa (11/12).
Perry juga memaparkan bagaimana kuatnya ekonomi pesantren ini jika dikembangkan. Saat ini setidaknya ada sekitar 30 ribu pesantren di seluruh Indonesia dengan jumlah santri sekitar 5 juta. Basis sumber daya manusia yang cukup banyak ini menjadi modal utama.
Bahkan, Perry mengklaim, ekonomi pesantren ini bisa menjadi pendobrak baru dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan. "Karena pesantren itu dengan sendirinya membuat jaringan silaturahmi, baik antar pesantren, santrinya, hingga alumninya. Ini modal ekonomi yang sudah jadi," Perry menambahkan.
Banyak potensi yang bisa dijadikan pesantren sebagai basis pengembangan ekonomi mandiri, mulai dari agrobisnis hingga industri hilirisasi.
"Kalau sudah ada pesantren yang punya kemampuan ini, unit usahanya sudah maju, ini bisa ditularkan ke pesantren lain. Jadi ngaji fikih, ngaji sugih," tutup Perry.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com