5 Fakta membanggakan 'kado Lebaran' pencabutan larangan maskapai RI terbangi Eropa

Badan Eksekutif Uni Eropa (UE) secara resmi menghapus semua nama maskapai penerbangan Indonesia dari Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa. Menhub Budi menuturkan, ini bisa jadi kado bagi Indonesia. Sebab, hampir semua maskapai di Indonesia sudah siap dan tentu membanggakan.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
5 Fakta membanggakan 'kado Lebaran' pencabutan larangan maskapai RI terbangi Eropa
Ilustrasi pesawat terbang. ©2018 Merdeka.com

Badan Eksekutif Uni Eropa (UE) secara resmi menghapus semua nama maskapai penerbangan Indonesia dari Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa.

Komisi Eropa telah menerbitkan Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa terbaru, yaitu daftar tentang maskapai penerbangan yang tidak memenuhi standar keselamatan internasional, dan oleh karenanya tunduk pada larangan beroperasi atau pembatasan operasional di dalam wilayah udara Uni Eropa.

"Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa adalah salah satu instrumen utama kami untuk warga Eropa bahwa keselamatan penerbangan terus dijaga pada tingkat standard tertinggi. Saya sangat bersyukur bahwa setelah adanya kerja keras bertahun-tahun, hari ini kami dapat menghapus semua maskapai penerbangan Indonesia dari daftar larangan tersebut. Ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kerja sama yang erat membawa keberhasilan," ucap Komisioner Uni Eropa urusan Transportasi, Violeta Bulc.

Menhub Budi menuturkan, ini bisa jadi kado bagi Indonesia. Sebab, hampir semua maskapai di Indonesia sudah siap dan tentu membanggakan.

"Dengan itu dicabut, kita dapat beberapa penerbangan bintang yang tinggi, seperti Garuda, Citilink dan Lion. Ini satu kebanggaan sendiri," jelasnya.

Lalu apa saja fakta membanggakan atas putusan pencabutan larangan tersebut? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

Pemerintah girang investasi bakal banjir datang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap, pencabutan larangan maskapai ini dapat diikuti dengan masuknya investasi Eropa di Indonesia.

"Saya berjanji akan mengikuti syarat-syarat safety tersebut. Saya juga sudah katakan kepada maskapai, kita boleh berpesta tapi kita juga harus instrospeksi," tuturnya.

"Mudah-mudahan pencabutan banned ini juga diikuti dengan datangnya investasi," tambahnya.

Menhub Budi mengatakan, dampak positif dari pencabutan larangan tersebut langsung bisa dirasakan oleh tiga maskapai penerbangan di Indonesia. "EU ini ada tiga maskapai yang bintangnya langsung naik, Garuda, Citilink, sama Lion itu kalau tidak salah dari bintang 3 jadi bintang 7," ujarnya.

Eropa percaya Indonesia bawa keuntungan tinggi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, memandang bahwa ini tanda Uni Eropa telah memberikan kepercayaan tinggi kepada Indonesia. "Ya tentu, kita sudah lebih bagus," jelas Moeldoko.Menhub Budi menambahkan adanya keputusan ini menandakan Uni Eropa melihat pasar Indonesia potensial mendatangkan keuntungan. "Kalau dulu orang takut, sekarang enggak. Saya juga terima kasih kepada teman di Kemenhub dan maskapai yang secara spartan mencapai standar itu," tegas Menhub Budi.

Pencabutan larangan buah kerja keras nan panjang pemerintah

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan pencabutan larangan maskapai penerbangan RI oleh komisi Eropa merupakan bukti kepercayaan pada tata kelola penerbangan di Indonesia. Pencabutan ini hasil kerja keras pemerintah bersama stakeholder terkait."Pencabutan larangan ini merupakan hasil kerja yang panjang, kerja keras dan terutama adalah kolaborasi. Ini kolaborasi antara diplomasi, regulator (Kementerian Perhubungan) serta regulasi operator yakni maskapai penerbangan Indonesia," tuturnya.Retno mengatakan, pencabutan ini bisa meningkatkan industri pariwisata ke dalam negeri. "Apa arti dari pencabutan ini? Yang pertama adalah trust kepada otoritas dan juga maskapai penerbangan kita. Kemudian kedepannya juga bisa mendorong industri penerbangan atau pariwisata kita," kata dia."Jadi kalau dikatakan dampaknya apa, maka ini jelas akan berdampak banyak pada kemajuan maskapai kita," tambahnya.

Indonesia tak lagi dipandang sebelah mata

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan momentum ini bisa dipakai untuk meningkatkan daya saing bagi maskapai penerbangan RI. "Saya secara khusus ingin menyampaikan kado yang terindah ini bagi masyarakat. Sekaligus mempersiapkan bahwa kita punya competitiveness di dunia internasional," ujar dia.Menhub Budi pun terus menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lengah dan justru semangat dalam melakukan perbaikan secara konsisten. "Ini adalah start untuk lakukan kompetisi. Kita harus memenangkan kompetisi itu sebagaimana amanat dari Pak Presiden," tandas dia.

Turis asing siap banjiri lokasi wisata RI

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan pencabutan larangan penerbangan maskapai RI oleh komisi Eropa dapat mendorong sektor pariwisata dan maskapai RI. "Ini pasti meningkatkan kedatangan turis ke Indonesia, sudah pasti. Jadi pasti berkontribusi pada kedatangan turis," tuturnya.Menteri Budi menjelaskan akan terus meningkatkan pelayanan maskapai di kota-kota besar maupun yang berada di daerah."Kami akan konsisten pada 2 hal, untuk di perkotaan terutama Bali dan Jakarta kita secara detil akan lihat sisi-sisi operasionalnya agar mereka mampu untuk bersaing seperti slot dan sebagainya, karena kan level of service ini penting ya," ungkapnya."Kemudian kedua kami sadar bahwa level of safety di Papua itu perlu kita tingkatkan. Jadi dua, yang disini (Jakarta-Bali) kita tingkatkan level of service, sedangkan yang belum maksimal kita tingkatkan level of safety-nya," tambah dia.

 

Rekomendasi