Kimia Farma sebar dividen Rp 90 miliar, setara 30 persen laba bersih 2017

Perusahaan pelat merah ini juga berhasil membukukan arus kas bersih dari aktivitas pendanaan tahun 2017 mencapai Rp 1,15 triliun atau meningkat 145,31 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp 467,56 miliar yang digunakan untuk modal kerja, investasi rutin, dan pengembangan usaha.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Kimia Farma sebar dividen Rp 90 miliar, setara 30 persen laba bersih 2017
Rapat Umum Pemegang Saham PT KEAF. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 331,71 miliar sepanjang 2017 lalu. Angka laba ini naik sebesar 22,13 persen dibanding tahun 2016 yang hanya Rp 271,598 miliar.

Direktur Utama KAEF, Honesti Basyir mengatakan, pencapaian laba bersih ini didukung oleh pendapatan usaha sebesar Rp 6,13 triliun atau meningkat sebesar 5,44 persen dari tahun 2016 sebesar Rp 5,81 triliun.

"Pencapaian laba bersih juga didukung oleh upaya pengendalian beban usaha yang tercermin dari pencapaian EBITDA Margin sebesar Rp 600 miliar atau meningkat sebesar 20,9 persen dari tahun 2016 sebesar Rp 496 miliar," kata dia dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT KEAF, di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (19/4).

Selain itu, Perseroan juga berhasil membukukan total aset sebesar Rp 6,1 triliun, dan angka ini meningkat sebesar 32,16 persen dari tahun 2016 sebesar Rp 4,612 triliun. "Pertumbuhan ini terutama karena adanya peningkatan aset tetap terutama aset dalam penyelesaian, yang bertujuan baik untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun upaya untuk meningkatkan kemandirian pengadaan bahan baku baik di holding maupun entitas anak," jelasnya.

Perusahaan pelat merah ini juga berhasil membukukan arus kas bersih dari aktivitas pendanaan tahun 2017 mencapai Rp 1,15 triliun atau meningkat 145,31 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp 467,56 miliar yang digunakan untuk modal kerja, investasi rutin, dan pengembangan usaha.

Melihat kinerja tahun lalu, perusahaan BUMN ini memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 98 miliar atau 30 persen dari laba bersih tahun 2017 yang mencapai Rp 331,7 miliar.

Rapat Umum Pemegang Saham PT KEAF ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Selain itu, dalam RUPS Tahunan 2018, BUMN di sektor farmasi tersebut memutuskan merombak susunan pengurus, dengan memberhentikan Farid Wadjdi Husain dan Dewi Fortuna Anwar. Kemudian, perusahaan mengangkat Komisaris Utama Untung Suseno Sutarjo, Komisaris Independen Nurrachman, Komisaris Chrisma Aryani Albandjar

Sehingga Susunan dan Jabatan Dewan Komisaris dan Direksi Kimia Farma menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Untung Suseno Sutarjo

Komisaris Independen: Wahono Sumaryono

Komisaris Independen: Nurrachman

Komisaris: Muhammad Umar Fauzi

Komisaris:Chrisma Aryani Albandjar

Dewan Direksi

Direktur Utama: Honesti Basyir

Direktur Keuangan: IGN Suharta Wijaya

Direktur Pengembangan Bisnis: Pujianto

Direktur Produksi dan Supply Chain:Verdi Budidarmo

Direktur Umum dan Human Capital:Arief Pramuhanto

Rekomendasi