Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan proses pengajuan perizinan yang dilakukan secara manual kini sudah sangat kuno dan ketinggalan zaman. Di banyak negara, proses perizinan telah menggunakan sistem daring (online) yang bisa memangkas waktu sangat banyak.
Oleh sebab itu, lanjut Presiden Jokowi, jika saat ini masih ada proses perizinan yang masih dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang panjang, maka hal tersebut sudah sangat kuno dan ketinggalan zaman.
"Sangat kuno sekali, begitu kita isi dokumen kepabeanan, sangat kuno sekali. Untuk isi dokumen bertumpuk tumpuk. Kuno sekali. Begitu juga dalam proses perizinan, kertas bertumpuk-tumpuk, orang orang pusing hal begitu," tutur dia di Cileungsi, Jawa Barat, Selasa (27/3).
Presiden Jokowi mencontohkan, jika dulu masih banyak orang yang berkirim surat untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain. Dengan kemajuan teknologi, sekarang semua orang telah berkirim pesan menggunakan aplikasi di ponsel seperti Whatsapp.
"Sekarang saya ingin bertanya pada Bapak Ibu semua. Kapan terakhir kali kita pakai pulpen dan kertas untuk menulis sebuah surat? 10 tahun lalu 15 tahun lalu atau 20 tahun lalu, nulis surat. Maksudnya saya tadi benar-benar bersurat buat surat 6-7 halaman, masukkan amplop, beri prangko kita tempelkan dan masukkan ke kotak pos. Sudah lama sekali kan?," ujar dia.
Begitu juga saat seseorang berlibur ke suatu tempat, lanjut dia, pasti langsung berswafoto (selfie) dan langsung mengunggahnya ke Instagram atau Facebook. Hal ini menunjukkan jika perkembangan teknologi sudah sangat maju.
"Saya hanya ingin mengingatkan betapa zaman sudah berubah sudah jarang kita lakukan itu. Tulis surat dengan tinta di atas kertas, sekarang semua maunya cepat kirim sesuatu dengan WhatsApp. Kalau lebih panjang pakai email," jelas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6