Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp 20,6 triliun pada 2017 atau tumbuh 49,5 persen secara year on year (yoy). Laba ini ditopang oleh kinerja kredit sebesar Rp 729,5 triliun pada akhir 2017, atau naik 10,2 persen secara year on year.
Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan kontribusi kredit produktif perseroan sebesar 74,7 persen dari total portofolio. "Kinerja baik tersebut pun berhasil mendongkrak nilai aset perseroan menjadi Rp 1.124,7 triliun pada akhir tahun lalu," jelas Kartika di Kantornya, Jakarta, Selasa (6/2).
Dia melanjutkan penyaluran kredit modal kerja Bank Mandiri naik 4 persen menjadi Rp 335,9 triliun dan kredit investasi mencapai Rp 208,7 triliun atau naik 12,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Menurut dia, sepanjang 2017, perseroan juga berhasil meningkatkan kualitas kredit yang tercermin dari penurunan rasio Non Performing Loan (NPL). "Dari 4 persen pada 2016 menjadi 3,46 persen sehingga memangkas alokasi pencadangan perseroan menjadi Rp 16,0 triliun dari Rp 24,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya," katanya.
Dia mengatakan pendapatan bunga bersih (Nett Interest Income) juga naik sebesar 0,6 persen menjadi Rp 54,8 triliun. Tak hanya itu, peningkatan pendapatan atas jasa (fee based income) sebesar 16,4 persen menjadi Rp 23,3 triliun juga turut mengerek naik capaian bank.