Penurunan harga semen terjadi di Puncak Jaya, Papua. Jika harga sebelumnya mencapai Rp 2 juta, kini hanya Rp 500.000 per sak. Hasil tersebut dampak dari kolaborasi perusahaan pelat merah seperti PT Semen Tonasa, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Pos dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV dalam mendistribusikan semen ke pedalaman Papua.Direktur Utama PT Semen Tonasa, Subhan, menjelaskan sulitnya jalur distribusi darat masih menjadi kendala yang menyebabkan melambungnya harga semen di wilayah Papua, terutama di sejumlah pelosok. Selama ini, barang-barang kebutuhan masuk ke Puncak Jaya, termasuk semen hanya bisa melalui pesawat terbang."Sebenarnya memang semua seperti ini yang persoalannya logistik. Tapi dengan kolaborasi BUMN kita bisa tekan biaya logistik sehingga harga bisa seperti sekarang ini," kata Subhan di Wamena, Papua, Selasa (21/11).Persoalan tidak berhenti di urusan distribusi, perilaku culas dari pedagang dan toko bangunan turut menambah mahalnya harga komoditas Papua. "Kemudian juga mungkin ada pemain," ungkapnya. Diharapkan, adanya kolaborasi antar perusahaan BUMN mampu menekan harga logistik semen sehingga bisa lebih terjangkau. Selain itu, para pemilik toko bangunan serta pedagang yang mendapatkan pasokan semen dari BUMN harus menjual dengan harga yang telah ditentukan, yaitu sebesar Rp 500.000 per sak."Tapi sekarang dengan kerja sama BUMN, semua dikendalikan sehingga kita bisa monitor titik mana yang harus kita impove. (Wajib jual Rp 500.000?) Iya karena kita ada take khusus untuk itu. Kita kirim rata-rata 150 ton-300 ton per bulan (ke Puncak Jaya)," jelasnya. Selain itu, apabila jalur Trans Papua yang menghubungkan Wamena-Puncak Jaya serta Timika-Wamena rampung, maka dimungkinkan harga semen mampu ditekan lagi. Sebab, distribusi semen melalui jalur darat memakan ongkos yang lebih murah. "Saya kira dengan program Bu Menteri untuk terus memperbaiki konektivitas, pada saat dari Wamena ke Puncak Jaya dan dari Timika ke Wamena bisa tembus, secara otomatis biaya logistiknya akan turun. Saya belum bisa tetapkan berapa harganya, tapi pasti turun. Tetapi memang sekarang masalahnya menggunakan angkutan udara yang cukup mahal," tandasnya.
Di era Jokowi, harga semen di Papua turun dari Rp 2 juta menjadi Rp 500.000 per sak
Sulitnya jalur distribusi darat masih menjadi kendala yang menyebabkan melambungnya harga semen. Apabila jalur Trans Papua yang menghubungkan Wamena-Puncak Jaya serta Timika-Wamena rampung, maka dimungkinkan harga semen mampu ditekan lagi. Sebab, distribusi semen melalui jalur darat memakan ongkos yang lebih murah.
Advertisement
Rekomendasi