Pemerintah Jokowi-JK terus menggenjot menggabungkan atau merger anak usaha perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Banyaknya anak usaha BUMN dengan bidang usaha yang sama menimbulkan inefisiensi dan kerap menyebabkan kerugian.
"Tahun ini kita keras sekali anak usaha BUMN untuk dimerger jadi menekan cost sehingga memberi pelayanan lebih baik," ujar Menteri BUMN, Rini Soemarno, saat ditemui di Bogor, Jumat (28/4) malam.
Sementara, untuk induk usaha pemerintah tengah merampungkan pembentukan holding. Salah satu holding yang telah siap dari sektor perbankan.
Menteri Rini mengungkapkan, holding juga menjadi salah satu cara agar perusahaan pelat merah tidak merugi. "Holding akan membuat efisiensi seperti ATM bersama dan kerja bank lebih fokus. BRI ritel, Bank Mandiri dan BNI corporate, BTN perumahan dan turunannya," ujarnya.
Cara terakhir ialah dengan sinergi antar BUMN. "Kertas Leces (BUMN rugi) punya lahan besar. INKA butuh lahan untuk produksi. Jadi bisa bersinergi. Tidak perlu cari ke tempat lain lagi."