Sebanyak 34 proyek pembangkit listrik mengalami kendala dalam pembangunannya, 11 diantaranya sudah dterminasi. Kendala tersebut membuat PT PLN (Persero) harus memutar otak agar dapat mendistribusikan listrik ke rumah-rumah warga.
Direktur Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengatakan, ada beberapa solusi yang sudah disiapkan untuk menutupi pasokan listrik yang berkurang karena adanya kendala pada proyek pembangkit listrik. Solusi pertama, perseroan akan mengaliri rumah-rumah warga dengan listrik dari pembangkit listrik yang sudah beroperasi di sekitar wilayah pembangunan.
"Solusi kedua, adalah dengan membangun pembangkit pengganti dengan jenis berbeda yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), yang waktu pembangunannya lebih cepat. Agar masyarakat dapat menikmati listrik dengan cepat," ujar Amir di kantor pusat PLN Jakarta, Rabu (23/11).
Menurutnya, saat ini pihaknya akan segera memutuskan mana solusi terbaik yang bisa dicapai. Prinsipnya, substitusi mana yang akan memberi kontribusi lebih cepat untuk melistriki rumah-rumah warga tanpa memakan waktu.
"Entah itu Gardu Induk ataupun pembangkit. Karena prinsipnya masyaratakt tidak kehilangan kesempatan dapat listrik," katanya.
Selain itu, Amir menjelaskan di Sumatera terdapat dua pembangkit yang telah di terminasi. Kedua pembangkit tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kuala Tungkal berkapasitas 2X7 Mega Watt (MW) dan Tembilahan berkapasitas 2X5,5 MW. Kendati di terminasi, perseroan menjamin masyarakat tetap mendapat pasokan listrik melalui keberadaan gardu induk.
"Dua itu nanti akan diganti, yang di Kuala Tungkal dan Tembilahan," pungkasnya.