Pertamina: Harga BBM di Papua Rp 80.000 bukan dari distribusi kita

Pertamina memiliki 4 line distribusi di Papua yakni, SPBU, APMS (Agen Premium Minyak Solar), SPBN dan SPDN.

Hana Adi Perdana
Oleh Hana Adi Perdana - Reporter
Pertamina: Harga BBM di Papua Rp 80.000 bukan dari distribusi kita
antrean di SPBU. arie basuki©2013 Merdeka.com

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro mengakui harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat mahal di Provinsi Papua. Menurut Wianda, hal ini disebabkan karena penyaluran BBM di Papua tidak melalui garis distribusi Pertamina.

"Di Papua BBM ada yang Rp 20.000, ada Rp 30.000 bahkan waktu kunjungan pak Presiden harganya Rp 80.000 di Wamena. Tapi setelah kita cek, ternyata harga tersebut tidak berasal dari line distribusinya Pertamina," ujar Wianda di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Kamis (28/4).

Pertamina sendiri memiliki 4 line distribusi di Papua yakni, SPBU, APMS (Agen Premium Minyak Solar), SPBN dan SPDN. Namun, line distribusi tersebut tidak dapat di optimalkan dengan baik, dan akhirnya pedagang eceran meningkatkan harga yang tinggi karena terdongkrak oleh rantai suplai yang panjang.

"Untuk saya problem ini tidak bisa diselesaikan oleh Pertamina saja tapi butuh partisipasi Pemprov, bagaimana mengatur harga yang lebih bersahabat dengan masyarakat," kata dia.

Terkait rantai suplai yang panjang, kata Wianda, pihaknya mengakui masih ada tantangan besar lainnya terkait beberapa daerah yang masih sulit dijangkau. Hal ini membuat Pertamina harus melakukan dua kali bongkar.

"Selama ini kita melayani dari kilang Balikpapan. Butuh waktu cukup lama, bagaimana dari kapal tanker masuk ke Buayame, di Buayame ini dibongkar satu kali dan masuk di terminal-terminalnya BBM yang cukup besar di wilayah Papua, Papua Barat. Jadi untuk yang di sorong, Manokawari, Pakpak dan Wamena ini hanya dibongkar satu kali, tapi untuk masuk ke daerah-daerha yang kecil kita harus masuk dengan kapal-kapal kecil dan kita bongkar dua, kemudian kita langsung masuk ke tangki. Jadi menunjukkan tanda tangan distribusi papua," tandasnya.

Rekomendasi