Para pekerja sering merasa gugup jika pada sesi wawancara pihak perusahaan mulai membicarakan masalah gaji. Sebab, bernegosiasi memang tidak bisa ditangani dengan mudah oleh semua orang.Dilansir dari Business Insider, tujuh bulan lalu, Claudia Telles adalah seorang pekerja di rumah sakit Chicago dengan gaji USD 41.000 per tahun. Hari ini, Telles mendapat kenaikan gaji hingga USD 72.000 per tahun dan dengan posisi berbeda.Perempuan berusia 28 tahun itu mencatat kenaikan gaji mencapai USD 30.000 atau setara Rp 394 juta per tahunnya atau Rp 32,8 juta per bulannya dengan strategi negosiasi yang tepat.Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah tips agar Anda mendapatkan angka kenaikan gaji sesuai keinginan.
Advertisement
Claudia Telles mengungkapkan, sebelum menuju proses negosiasi, luangkan waktu untuk mencari tahu besaran gaji yang umum untuk posisi baru tersebut.Menurutnya, cara ini akan membantu memahami 'harga' Anda dan mengantisipasi permintaan gaji yang terlalu rendah atau tinggi dari batas pasaran. Anda tentu tidak ingin dirugikan dengan meminta gaji terlalu rendah, namun, juga tidak ingin membahayakan karir dengan meminta gaji terlalu tinggi.
Advertisement
Claudia Telles menceritakan bahwa dirinya telah bekerja di rumah sakit tersebut selama tiga tahun. Maka dari itu, dia telah mengerti seluk beluk pekerjaan dan masalahnya.Jadi saat ada lowongan pekerjaan dan dia memutuskan untuk mendaftar, Telles bisa meyakinkan bahwa dia dapat bekerja secara efektif tanpa perlu proses adaptasi. Dia menegaskan bahwa dirinya pengalaman dengan segala keinginan perusahaan atas pekerjaan yang harus diselesaikan."Saat perusahaan sudah tahu apa yang mereka akan dapat, maka Anda juga bisa leluasa keluarkan harga yang pantas untuknya," ujarnya.
Advertisement
Claudia Telles mengatakan bahwa dirinya selalu berlatih negosiasi di rumah bersama anggota keluarga atau bisa dilakukan sendiri di depan cermin. Tujuannya ialah melatih gestur tubuh saat wawancara agar mencitrakan rasa percaya diri."Saya kerap merekam bagaimana bahasa tubuh dan suara saya saat berlatih wawancara," ujarnya.Telles mengaku sampai hari di mana dia mendapat promosi, dirinya mencatat telah melakukan sekitar 50 kali negosiasi kerja. "Dan hasilnya tidak mengecewakan."CEO Ivanka Trump Collection, Ivanka Trump, memiliki sebuah moto bahwa segala sikap menentukan, bahkan cara duduk. Agar tidak tegang makan duduk tegak, lakukan kontak mata, dan fokus untuk bernapas teratur.
Advertisement
Claudia Telles mengungkapkan saat proses negosiasi kerja saat itu dia tidak mengatakan gajinya saat ini. Dalam kasusnya, pewawancaranya adalah tim HRD baru."Maka saya katakan bahwa kondisi saat itu dan sekarang sudah tidak relevan," ujarnya.Mengungkapkan gaji Anda sebelumnya dapat berdampak buruk pada karir. Agar tidak menyinggung perasaan pewawancara, Anda bisa melakukannya dengan sopan. Seperti dengan mengatakan, "Saya lebih suka membantu Anda menilai apa yang saya bisa lakukan untuk bisnis Anda. Gaji adalah rahasia dan terlalu pribadi."
Advertisement
Pekerjaan baru tentu diikuti dengan tantangan baru. Masalah baru dan tingkat stress yang berbeda. Maka dari itu, masukan permintaan lain selain gaji. Beberapa diantaranya cuti liburan, izin mengikuti pelatihan, atau mengerjakan pekerjaan dari rumah di satu hari dalam seminggu.Ini juga menjadi pilihan bijak jika perusahaan tidak bisa memenuhi angka kenaikan gaji yang Anda minta.Claudia Telles mengungkapkan bahwa awalnya dia meminta gaji sebesar USD 75.000, namun, perusahaan hanya sanggup di angka USD 72.000. Dia menerimanya dengan syarat bahwa dia mendapat libur tambahan dan libur tiap hari Jumat.
Advertisement
Jika Anda telah melakukan semua di atas, maka Claudia Telles meyakinkan bahwa jangan berubah pikiran hanya karena Anda tidak segera mendapat kabar. Apalagi, perusahaan juga tidak menyukai pemaksaan.Setelah meminta gaji USD 75.000, Telles tidak mendapat kabar selama enam hari. Dia mengingat saat itu dirinya sangat khawatir. Namun, dia meyakinkan diri jika perusahaan tidak menerima penawaran yang diminta, bisa saja perusahaan memiliki masalah keuangan. Ini bisa menjadi tanda peringatan baginya.
Advertisement
Ingatlah, proses negosiasi adalah proses mengintimidasi dan momen penuh ketidaknyamanan untuk Anda. "Wajar Anda sangat takut dan khawatir jika perusahaan tidak menerima penawaran Anda," ujar Telles.Akan tetapi, dia meminta Anda berpikir bahwa perusahaan akan membutuhkan waktu lama dan biaya tak sedikit untuk mencari kandidat yang baik untuk mengisi lowongan tersebut. Padahal, mereka telah berinvestasi banyak di diri Anda yang tentu lebih menguntungkan."USD 5.000 atau USD 10.000 mungkin tidak berarti untuk perusahaan, namun, itu sangat bernilai untuk Anda."