Selama periode 2010 hingga 2015, total investasi China ke negara-negara di luar China mencapai USD 219,89 miliar. Dari total angka tersebut, sebesar USD 23,25 miliar masuk ke Indonesia.
Untuk itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bakal memfasilitasi investor China dengan membangun desk atau pos khusus investasi dari negeri tirai bambu ini. Rencananya, desk China ini akan diluncurkan pada minggu pertama April 2016.
Selain itu, BKPM juga akan menyiapkan ahli bahasa China untuk memfasilitasi kebutuhan para investor asal China yang pada umumnya menghadapi kendala bahasa.
"Kami juga akan menyiapkan orang-orang minimal 1-3 orang yang bisa berbahasa Mandarin," ujar Kepala BKPM Franky Sibarani di Kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (21/3).
Dari total investasi China, Indonesia hanya kebagian 11 persen. Menurut Franky, investor China memiliki empat negara tujuan investasi terbesar, yakni Amerika Serikat, Indonesia, Rusia dan India.
Menurut Franky, komitmen investasi China ke Indonesia semakin meningkat. Pada 2015, nilai komitmen investasi sebesar USD 22,67 miliar dan nilai ini meningkat 45 persen dari nilai komitmen investasi sebesar USD 15,67 miliar pada 2014.
"Komitmen investasi Tiongkok (China) dari waktu ke waktu, terus meningkat," tegas dia.
Mantan Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) ini mengatakan, sektor usaha yang paling diminati para investor China adalah metal, real estate (termasuk kawasan industri), teknologi, elektronik, dan energi baru terbarukan (renewable energy).