JK minta Pertamina berinovasi di tengah anjloknya harga minyak dunia

Apabila Pertamina tidak segera berinovasi, kondisi tertekan bakal dialami oleh BUMN Migas tersebut.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
JK minta Pertamina berinovasi di tengah anjloknya harga minyak dunia
Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta PT Pertamina (Persero) untuk berinovasi untuk dikembangkan di tengah merosotnya harga minyak dunia yang menyentuh level hingga di bawa USD 30 per barel. Anjloknya harga minyak dunia berimbas pada tertekannya perusahaan-perusahaan migas hingga berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawai sektor migas di dunia.

JK melihat, kondisi Pertamina masih jauh lebih baik ketimbang perusahaan-perusahaan migas lainnya. Namun, apabila Pertamina tidak segera berinovasi, kondisi yang sama bisa saja dialami oleh BUMN Migas tersebut.

"Melaporkan perkembangan. (Kondisi Pertamina) Masih oke, dimana-mana soal harga turun, seluruh dunia perusahaan minyak bermasalah, Pertamina masih cukup baik dibanding lain, keuntungan masih baik," ujar JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (1/3).

JK menekankan inovasi yang bisa meningkatkan efisiensi dari sisi produksi minyak. "Inovasi. Efisien, gimana tingkatkan kilang dan bagaimana produk-produk lain, bagaimana modernisasi, dan bagaimana memasarkan produk-produk lain," kata JK.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto mengatakan, Pertamina akan berusaha mengembangkan inovasi di tengah merosotnya harga minyak dunia.

"Pak Wapres menekankan bagaimana pun saat ini energi selalu dibutuhkan menghadapi masa-masa sulit. Beliau juga menekankan efek inovasi. Jadi kita harus segala lini berusaha mengembangkan inovasi," kata Dwi.

Selain dari sisi inovasi, Dwi juga mengatakan bahwa JK berpesan agar jajaran Direksi Pertamina mampu mengambil keputusan secara cepat.

"Kedua, pengambilan keputusan yang cepat. Banyak hal sebenarnya dalam harga minyak yang murah ini berinvestasi dalam investasi kami juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak lain dan itu dibutuhkan keputusan yang cepat," tutur Dwi.

Rekomendasi