Skema offshore dinilai lebih menguntungkan untuk Blok Masela

Nilai investasi dari skema floating lebih murah dibandingkan dengan skema onshore (darat).

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Skema offshore dinilai lebih menguntungkan untuk Blok Masela
Ilustrasi Pertambangan. ©2014 Merdeka.com

Kepala Unit Proyek Percepatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Ketut Budiarta mengatakan pihaknya belum mengetahui apa keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait pembangunan infrastruktur Gas Abadi di Blok Masela, Maluku.

Meski begitu, jika melihat kronologi Blok Masela, SKK Migas telah memberikan saran kepada Kementerian ESDM, bahwa pembangunan proyek tersebut akan lebih menguntungkan jika menggunakan skema laut (floating LNG/offshore).

"Dari hasil studi yang dilakukan konsultan independent Poten and Partner mengeluarkan rekomen floating lebih benefit ketimbang onshore. SKK Migas sudah rekomendasi FLNG yang lebih menguntungkan," ujar Ketut di kantor Indef, Jakarta, Senin (29/2).

Dia menjelaskan, nilai investasi dari skema floating lebih murah dibandingkan dengan skema onshore (darat). Bukan hanya itu, pemerintah juga bisa mendapat keuntungan sebesar Rp 51 miliar, sedangkan onshore hanya sebesar Rp 39 miliar. Alasannya, hasil gas dari floating LNG akan lebih banyak sehingga produksi gas akan lebih cepat.

"Dari hasil study UI (Universitas Indonesia) FLNG lebih bermanfaat. Study lanjutannya akan menambahkan benefit buat darerah Maluku dari projek ini," jelas dia.

Sementara itu, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Satya Widya Yudha mengatakan meski skema floating lebih murah, namun masih perlu dilakukan validasi. Tujuannya untuk menghasilkan keakuratan perhitungan.

"Ini perlu mendapatkan validasi-validasi dari beberapa kalangan. Makanya muncul pemikiran untuk melibatkan tenaga ahli domestik untuk mengimbangi. Tujuannya akurasi dari perhitungan supaya tidak salah dalam menghitung," jelas Setya.

Rekomendasi