2015, BPS catat pertumbuhan sektor tambang minus 5,08 persen

Kecuali itu, mayoritas sektor usaha tumbuh positif.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
2015, BPS catat pertumbuhan sektor tambang minus 5,08 persen
ilustrasi penggalian tambang. ©Emirates247

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,04 persen pada triwulan IV-2015. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2015 sebesar 4,79 persen atau turun dari pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun sebelumnya sebesar 5,02 persen.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan, mayoritas sektor usaha mengalami pertumbuhan. Itu di luar pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 5,08 persen.

"Informasi dan komunikasi merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,06 persen, diikuti oleh Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 8,53 persen dan jasa lainnya sebesar 8,08 persen," papar Suryamin di kantonya, Jakarta, Jumat (5/2).

Struktur perekonomian Indonesia tahun lalu didominasi oleh tiga lapangan usaha. Yakni, industri pengolahan sebesar 20,84 persen; pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,52 persen.

"Kalau dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015, industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,92 persen, diikuti oleh konstruksi sebesar 0,64 persen dan pertanian sebesar 0,53 persen," jelas Suryamin.

Rekomendasi