Kendala cuaca, kapal pembangkit kiriman Jokowi telat sampai di Sulut

Kapal yang harusnya tiba pada pukul 09.00 WITA pada Kamis (24/12, harus tiba pukul 17.20 hari yang sama.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Kendala cuaca, kapal pembangkit kiriman Jokowi telat sampai di Sulut
Kapal pembangkit listrik. ©AFP PHOTO

Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) asal Turki berkapasitas 120 MW telah tiba di Amurang, Sulawesi Utara. Kapal yang harusnya tiba pada pukul 09.00 WITA telat datang lantaran gelombang tinggi dan kendala cuaca.

"Kapal pembangkit Zeynep Sultan, sebuah jawaban dan bentuk perhatian dari Pemerintah untuk mengatasi permasalahan kondisi kekurangan pasokan daya listrik yang sejak beberapa tahun lalu menjadi kendala utama yang dikeluhkan masyarakat. Kondisi cuaca dan gelombang sore ini yang kurang memungkinkan, menyebabkan kapal Zeynep Sultan belum dapat merapat dan mendekati lokasi didepan PLTU Amurang. Kami perkirakan, kapal ini pada Kamis (24/12) setelah kondisi lebih baik, akan merapat ke arah PLTU Amurang," ujar GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (25/12).

Untuk mengoperasikan kapal pembangkit ini, kata dia, PLN masih membutuhkan waktu untuk dilakukan penyesuaian baik dari sisi Karpower maupun di sisi transmisi. Dia memperkirakan butuh waktu antara 1 atau 2 minggu sebelum pembangkit ini benar-benar beroperasi sepenuhnya.

Sementara itu, pada saat yang sama, PLN juga tengah melakukan sejumlah uji coba di PLTG Gorontalo 100 MW yang berlokasi di Pohuwato, Gorontalo. PLTG ini diharapkan bisa segera energized tahap 1 sebesar 50 MW dan selanjutnya dapat mensuplai listrik ke sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo yang sejak beberapa waktu terakhir mengalami kekurangan pasokan daya pembangkit.

Beban puncak sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo saat ini adalah 325 MW dengan kemampuan suplai dari pembangkit yang ada 273 MW, atau ada kekurangan pasokan sebesar 53 MW. Dengan akan beroperasinya tahap 1 dari PLTG Gorontalo sebesar 50 MW diharapkan akan menutupi kekurangan pasokan listrik yang ada.

PT PLN (Persero) meresmikan pengoperasian pembangkit listrik di atas kapal (Marine Vessel Power Plant) Karadeniz Powership Zeynep Sultan ke Amurang, Sulawesi Utara. Kapal ini untuk menjembatani kebutuhan listrik saat ini menuju kesiapan listrik yang diproduksi oleh pembangkit-pembangkit listrik pada 3-5 tahun kedepan.

Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir mengatakan penyelesaian program 35.000 MW masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan, permintaan akan kebutuhan listrik masyarakat terus meningkat.

"Sehingga untuk menjembatani hal tersebut kami mengoperasikan kapal pembangkit listrik ini agar kebutuhan masyarakat akan listrik bisa dipenuhi," kata Sofyan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/12).

Rekomendasi