Menteri Rini dorong Krakatau Steel dan PLN revaluasi aset tahun ini

Revaluasi aset ini berguna untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui pinjaman atau utang dari investor.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Menteri Rini dorong Krakatau Steel dan PLN revaluasi aset tahun ini
Menteri Rini Soemarno di Karimun Jawa. ©2015 Merdeka.com

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan pihaknya tengah melihat satu per satu perusahaan BUMN yang berpotensi untuk melakukan revaluasi aset. Dua BUMN yang didorong untuk segera melakukan revaluasi aset ialah PT Krakatau Steel dan Perusahaan Listrik Negara (PLN)."Revaluasi aset Krakatau Steel sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan pinjamannya. Selama ini, belum dapat PMN. Kemungkinan besar kita melakukan untuk Krakatau Steel dan PLN," pungkasnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Roadmap BUMN 2015-2019 di KM Kelud, Jumat (20/11).Menteri Rini menekankan bagi perusahaan pelat merah yang ingin melakukan revaluasi aset harus memperhatikan aliran kas-nya (cash flow). Menurutnya, revaluasi aset tidak akan bermasalah bagi perusahaan yang memiliki cash flow tinggi. Sedangkan, bagi perusahaan dengan cash flow kurang baik maka akan menimbulkan masalah, karena harus mengeluarkan dana tunai untuk bayar pajak. "Ada persoalan juga walaupun pajak sudah diputuskan 3 persen, namun kita kan harus membicarakan cash flow, sehingga harus ada uang tunai yang keluar. Sedangkan revaluasi itu kan tidak ada uangnya (pemasukan), namun, hanya nilai perusahaan yang naik," kata Menteri Rini.Dia menambahkan, saat ini tengah mengkaji prioritas BUMN untuk melakukan revaluasi aset. Sebab, revaluasi aset ini berguna untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui pinjaman atau utang dari investor."Tidak semua BUMN yang harus dilakukan tahun ini. Kalau perusahaan itu rugi, maka revaluasi aset bisa kita bicarakan lebih lanjut dengan pajak," tuturnya.

Rekomendasi