Bos Sritex masuk nominasi World Entrepreneur of The Year

Sejak Januari hingga September 2014, Sri Rejeki Isman (Sritex) mempunyai total aset sekitar Rp 7,7 triliun.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Bos Sritex masuk nominasi World Entrepreneur of The Year
Iwan Setiawan Lukminto. ©sukoharjokab.go.id

Pengusaha tekstil di Jawa Tengah Iwan Setiawan Lukminto masuk dalam nominasi 'wirausahawan dunia (world Entrepreneur) dalam ajang "EY World Entrepreneur of The Year" di Monte-Carlo, Monaco, 3-7 Juni 2015.

Lukminto yang merupakan Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk ini melenggang bebas dalam ajang tersebut sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia bersama 52 negara lainnya yakni, Argentina, Australia, Austria, Belanda, Belgia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Denmark, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Israel, Italia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Polandia, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Afrika, Korea, Taiwan, Inggris, Amerika, Vietnam, dan sebagainya.

Lukminto bersama 12 anggota keluarganya saat ini sudah berada di Monaco. "Penghargaan itu merupakan hasil dedikasi dari almarhum ayahanda, Lukminto, yang telah mendidiknya. Bagi saya, sosok sang ayahanda adalah pahlawan dan inspirator keluarga," ujar Lukminto seperti dikutip dari laman resmi World Entrepreneur of The Year, Rabu (3/6).

Menurut laman panitia 'World Entrepreneur' yang mempublikasi biodata Lukminto, perusahaan tekstil yang kini ia gawangi merupakan warisan dari Ayahnya. Saat itu di tahun 1966, Ayah Lukminto mencoba peruntungan menjadi pengusaha tekstil kecil yang ia beri nama Sri Rejeki Isman (Sritex) di Jawa Tengah.

Dengan kegigihannya, Sritex berkembang hingga memiliki 40.000 karyawan dan menjadi perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Ketika itu, ayah Lukminto menjajal pasar ekspor dan benar saja, ia mampu melempar produk tekstilnya ke lebih dari 100 negara dan klien ritel.

Beberapa kliennya antara lain, Walmart, H & M dan Sears. Selain fashion, Sritex mengkhususkan diri dalam pakaian (seragam) dan perlengkapan militer ke lebih dari 30 negara di seluruh dunia.

Sejak usia 3 tahun selalu ikut meninjau perusahaan, Lukminto sendiri mulai terjun ke dalam bisnis tekstil Ayahnya tersebut di tahun 1997. Saat itu, Lukminto menduduki kursi empuk sebagai Asisten Direktur dan pada akhirnya di tahun 2005, ia naik jabatan menjadi Presiden Direktur hingga saat ini.

Kepada Lukminto, ayahnya berpesan agar selalu menggunakan prinsip 'cheng li' dalam menjalankan perputaran roda bisnisnya dimana memiliki orang yang bisa dipercaya. Untuk itu, Lukminto diminta agar selalu menjaga reputasi perusahaan dimata khalayak.

Sejak Januari hingga September 2014 sendiri, Sri Rejeki Isman (Sritex) mempunyai total aset sebesar USD 587,9 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun. Untuk total penjualan sendiri sebesar USD 403,7 juta atau sekitar Rp 5,3 triliun dan memiliki keuntungan bersih sebesar USD 22,2 juta atau sekitar Rp 293 miliar.

Rekomendasi