Melambungnya biaya hidup saat ini salah satu penyebabnya karena adanya tambahan biaya listrik. Khususnya pada pelanggan di apartemen maupun rumah susun.Terkait melambungnya tarif listrik untuk apartemen dan rusun, Kepala Divisi Niaga Perusahaan Listrik Negara (PLN) Benny Marbun berkilah hal ini disebabkan pelanggan listrik di rumah susun masuk dalam kategori pelanggan listrik bisnis besar B-3 di atas 200.000 VA.Pasalnya, sejak awal pembangunan, pengembang kerap mencantumkan kawasan apartemen maupun rumah susun sebagai kawasan bisnis. "Ada rumah susun bersubsidi kami taruh B-3, mereka protes, padahal waktu awal katanya biar keren," ujar Benny di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta Selatan, Kamis (23/4).Sebagai solusi guna menekan tarif listrik, lanjut Benny, penghuni dapat melakukan pengalihan statusnya dari bisnis besar ke rumah tangga."Terkait dengan tarif listrik, permintaan listrik pemohon awalnya diajukan total 200 Kva masuk kelompok bisnis. Untuk permintan listrik diajukan pemohon minta langsung dipasok ke masing-masing tenan, tarifnya rumah tangga," tandasnya.
Penghuni rusun protes TDL tinggi, PLN: Waktu awal katanya biar keren
Sejak awal pembangunan, pengembang kerap mencantumkan kawasan apartemen maupun rumah susun sebagai kawasan bisnis.
Advertisement
Rekomendasi