Rajin impor, stok gula justru menumpuk karena tak disalurkan

Mendag geram stok gula numpuk karena belum disalurkan sejak 2012.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Rajin impor, stok gula justru menumpuk karena tak disalurkan
gula. ©2012 Merdeka.com

Hari ini, Senin (15/12), Menteri Perdagangan Rachmat Gobel blusukan ke gudang Perum Bulog di Jakarta Utara untuk memastikan ketersediaan bahan pangan jelang akhir tahun. Di sana Rachmat Gobel mendapati fakta menumpuknya stok gula nasional.

Kondisi ini cukup miris mengingat selama ini pemerintah rajin mendatangkan gula impor. Dari data Kementerian Perdagangan, alokasi impor gula mentah (raw sugar) selama 2013 mencapai 2,26 juta ton. Tahun ini diprediksi lebih besar lagi.

"Kita sekarang lagi mikirin gula untuk jangka menengah dan panjang. Gimana industri gula nasional kita saat ini. Ini yang memusingkan, ada gula yang dari 2012 tidak disalurkan. Itu Kenapa?" ujar Gobel di Jakarta Utara, Senin (15/12)

Analisa Rachmat Gobel, menumpuknya pasokan gula lantaran adanya segelintir produsen yang menjualnya dengan harga cukup tinggi, sehingga konsumen tidak mau membeli.

"Kalau mau jual mahal terus, kan nggak mungkin dibeli rakyat juga kan. Ini yang mesti diatur dan diakali gimana biar nggak numpuk lagi," tuturnya.

Dia bakal berdiskusi dengan sejumlah pedagang. Sebab, para pedagang meminta HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang tinggi.

"Jadi saya ingin bicara lagi dengan mereka dan memberi tahu kalau meminta stok pemerintah dengan HPP yang mahal, itu nggak bakal bisa laku. Sementara harga gula di luar negeri lebih murah dari kita. Kalah dong kita. Nah ini yang harus diselesaikan," ucapnya.

Rekomendasi