Pemerintah menginstruksikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menambah pasokan listrik sebesar 35.000 megawatt secara bertahap. Kebutuhan investasi untuk proyek itu diproyeksi Bappenas mencapai Rp 545 triliun.Direktur Utama PLN, Nur Pamudji mengatakan, dana investasi tersebut akan diambil dari berbagai sumber. Salah satu sumber utama adalah dana PLN sendiri.Selain itu, Nur juga mengatakan diharapkan adanya kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga penyandang dana seperti Bank Dunia."Iya, nanti dicari banyak kemungkinan dari penggunaan dana PLN sendiri, pinjaman Bank Dunia, lembaga multilateral, unilateral," kata Nur di Komplek Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/12).Untuk kerja sama dengan pihak swasta, Nur mengatakan akan ada mekanisme tersendiri. "KPS ya itu IPP (Independent Power Producer). Ini kan yang ditanyakan PLN sendiri," imbuh Nur.Mengingat debt to equity ratio atau rasio utang terhadap modal PLN sudah mencapai 257 persen di mana artinya PLN sudah kesulitan untuk mencari pinjaman, maka Bappenas menyarankan PMN (Penyertaan Modal Negara) sebesar Rp 134 triliun agar PLN kembali sehat.Terkait hal ini, Nur masih enggan berkomentar. "Belum, itu nanti, belum ada rinciannya. Totalnya saja dulu," tutup Nur.
Mega proyek pembangkit 35.000 MW pemerintah terganjal dana
Kebutuhan investasi untuk proyek itu diproyeksi Bappenas mencapai Rp 545 triliun.
Rekomendasi