Menteri ESDM nilai industri migas lalai lapor duit hasil ekspor

Baru 60 persen perusahaan migas laporkan Devisa Hasil Ekpor ke Bank Indonesia.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Menteri ESDM nilai industri migas lalai lapor duit hasil ekspor
Menteri Sudirman Said. ©2014 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menilai laporan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Bank Indonesia sangat sederhana. Namun, sejauh ini, baru 60 persen perusahaan minyak dan gas bumi patuh melaporkan seluruh penerimaan pembayaran transaksi dagang lintas negara itu.

"Dalam urusan DHE yang dikehendaki pemerintah sederhana, neraca keluar dan masuk berapa nilainya, kalau perusahaan nonmigas patuh mencapai 82 persen," ujarnya di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (2/12). Sudirman menghadiri pertemuan akhir tahun gubernur Bank Indonesia dengan perusahaan pelapor Devisa Hasil Ekspor, Lalu Lintas Devisa, dan Laporan Bulanan Bank Umum.

Menurut Sudirman, banyaknya perusahaan migas belum taat laporkan DHE jadi pekerjaan rumah buat dirinya dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi. Dia menuntut kepatuhan perusahaan migas sebagai balasan atas usaha pemerintah memerbaiki iklim bisnis.

"Saya paham banyak pekerjaan rumah utamanya berkaitan dengan kepastian hukum, perpanjangan kontrak, aturan berubah-ubah," katanya. "Saya bersama Amien ingin melakukan reformasi. Di sisi lain kami mohon aturan ditaati," jelas dia.

Dia menambahkan, bank sentral hanya meminta laporan DHE. Adapun uang hasil ekspornya masih tetap milik perusahaan. "Mencatat, melaporkan. Uangnya masih punya kalian. Bapak bisa kontrol baik."

Rekomendasi