Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Satya Widya Yudha khawatir perampingan direksi PT Pertamina (Persero) akan mengorbankan laba. Pada 2013 tercatat laba Pertamina mencapai Rp 32,05 triliun dengan adanya sembilan orang direksi."Perampingan boleh asalkan tidak mengorbankan fungsi-fungsi strategis perusahaan yang mengakibatkan laba turun. Apabila itu terjadi maka perlu ditinjau ulang penempatan direksi-direksi itu," ujar dia kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu (29/11).Menurut dia, apabila laba Pertamina dengan adanya perampingan tersebut mengalami penurunan, maka efisiensi yang gadang-gadang pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak akan terwujud."Jangan sampai perampingan yang dimaksud untuk efisiensi berakibat pada laba turun. Jadi tidak ada artinya," kata dia.Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru saja mengumumkan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto. Selain dirut baru, Kementerian BUMN juga mengangkat tiga direksi yakni Yenni Andayani, Ahmad Bambang dan Arif Budiman."Mereka sama dalam jangka kerja periode 2014-2019," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (28/11).Menurut dia, proses pemilihan ini sudah dinilai tepat sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo menjaga ketahanan energi. "Kami melihat bahwa mengingat kapasitas dari Pertamina di anak perusahaan, delapan direksi terlalu besar sehingga kami mendorong melakukan efisiensi dengan dibantu tiga direksi tersebut," jelas dia.
Waspada penurunan laba karena perampingan direksi Pertamina
Penurunan laba membuat langkah efisiensi yang dicetuskan Presiden Jokowi tak berarti.
Rekomendasi