Pemerintah melalui Kementerian BUMN belum memutuskan figur yang bakal ditempatkan untuk mengisi kursi Direktur Utama Pertamina yang ditinggalkan Ignasius Jonan. Pemerintah masih menyeleksi calon-calon yang dijagokan.
Rini mengaku membuka peluang dari pihak internal pertamina sendiri maupun dari luar. "Kami ada satu bulan sekarang yang dilakukan oleh kantor kami adalah me-list calon dari dalam maupun dari luar," ujar Rini di kantor presiden, Jakarta, Kamis (30/1).
Mantan ketua tim transisi Jokowi-JK ini menjelaskan, jika ada calon dari luar Pertamina, akan dilakukan seleksi terlebih dulu. Assessment itu digunakan untuk calon-calon yang belum setingkat Direksi.
"Kalau dari luar harus menggunakan assessment kembali, tetapi kalau dari dalam setingkat direksi biasanya mereka sudah melalui proses assessment jadi tidak diperlukan lagi," ujarnya.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Rini bersama Menteri ESDM Sudirman Said disebut-sebut akan memuluskan skema menempatkan Ari Soemarno yang merupakan kakak kandung dari Rini Soemarno, masuk dalam jajaran komisaris Pertamina.
Namun, kemarin Rini membantah hal itu. Rini menyebut dalam memilih komisaris Pertamina tetap harus melalui proses uji kelaikan dan kepatutan ketat.
"Enggalah, itu semua dengan fit and proper, ada proses lanjutan dan juga proses lainnya," ucap Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin sore.
Proses uji kelaikan dan kepatutan akan dilakukan kepada para calon yang berasal dari eksternal perusahaan. Sementara, untuk calon dari internal perusahaan, tidak akan melaluinya.
Rini menegaskan, dirinya tidak akan ngotot memilih sosok eksternal jika dari internal perusahaan jauh lebih bagus.