Beasiswa sekolah penerbangan, AirAsia Indonesia habis Rp 4,5 M

Setelah lulus, bisa berkarir di AirAsia Indonesia.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Beasiswa sekolah penerbangan, AirAsia Indonesia habis Rp 4,5 M
Air Asia. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

PT Indonesia AirAsia rela menghabiskan dana Rp 4,5 miliar untuk memberikan beasiswa ke 17 pelajar dan 3 karyawan internal bersekolah di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang. Penyaluran beasiswa bernama scholarship for Airasia Mechanic Program (Champ) itu bagian dari upaya AirAsia untuk merekrut teknisi andal.

"Kami melihat tenaga kerja masih sangat minim ditengah kebutuhan maskapai penerbangan yang semakin besar. Untuk itu kami berkomitmen penuh, guna membangun dan merekrut orang-orang yang memiliki kemampuan engineer tapi terbatas finansialnya," ujar Director of Maintenance and Engineering PT Indonesia AirAsia Perbowoadi saat Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) CHAMP antara maskapai penerbangan murah itu dengan STPI, Tangerang, Kamis (23/10).

Dia mengungkapkan, penerima beasiswa akan dididik di STPI selama 20 bulan. Para penerima beasiswa nantinya mendapatkan basic certificate yang meliputi sistem radio, sistem instrumentasi, dan sistem kelistrikan pesawat terbang.

"Setelah lulus, mereka juga akan berkesempatan untuk berkarir di AirAsia Indonesia," jelas dia.

Ketua STPI Yurlis Hasibuan menambahkan selama proses pendidikan, para peserta didik akan mendapatkan materi meliputi kemampuan mental dan fisik. Selain itu, ada juga pendidikan untuk bertahan hidup di hutan (jungle survival) selama dua minggu.

"Mereka akan dididik dibidang radio, elektronik, dan teknik. Teori 40 persen, 60 persennya praktek," tambahnya.

Setiap tahun, STPI menghasilkan 58 teknisi pesawat dan 150 pilot.

Rekomendasi