Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sempat mengaku kesal dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk akibat kelambanan pembayaran di jalan bebas hambatan atau tol. Penyebabnya tak lain akibat transaksi tol yang masih menggunakan kartu elektronik atau e-Toll pass.Sebulan sesudah itu, Jasa Marga langsung bergegas memperbarui. Saat ini pengguna tol dapat menggunakan on board unit (OBU). Melalui alat ini pengemudi dapat membayar tol tanpa perlu berhenti dan membuka kaca mobil.
"Saya harus memuji Jasa Marga, karena mengkoreksi diri, karena bersikap rendah hati. Bahwa sistem yang lama harus dikoreksi, dan sudah dilakukan, yang jelas sekarang lancar," ujarnya saat acara 'Meresmikan eToll Pas baru' di pintu tol Kalimalang, Jakarta, Jumat (3/10).Menurut Dahlan, sistem transaksi anyar ini bukan lagi bernama e-Toll pass melainkan t-pass. Dia mengklaim harga alat OBU sudah tergolong murah."Alatnya jauhnya lebih murah, kemarin terlalu berat yaitu Rp 600 ribu lalu sepi peminat, sistem ini disebut apa saya setuju mereka berdua Dirut Jasa Marga dan Telkom namanya t-pas, t-nya terserah toll pas telkom pas," jelas dia.Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengungkapkan harga OBU ini akan dijual sebesar Rp 200.000 per unit. Harga ini lebih murah Rp 400.000 dari sebelumnya Rp 600.000 per unit."Saya kecolongan dengan Pak Dahlan, karena sensitifnya jauh lebih baik Pak Dahlan, ternyata ada teknologi yang luar biasa ini kita tidak boleh terlalu fanatik teknologi yang sudah ada," tambahnya.Maka dari itu, pihaknya akan mulai gencar memasarkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat. Namun, perseroan belum dapat memastikan tol pintu mana saja yang akan menggunakan sistem ini lantaran harus berdiskusi dengan pihak PT Telkom."Kita akan pasarkan, sebelum akhir tahun terpasang 10 pintu," ungkap dia.
Perangkat ini sebetulnya sudah lama populer di negara dunia, salah satunya negara tetangga Singapura. OBU rencananya juga akan menjadi perangkat pembayaran saat melewati jalan protokol Jakarta.