Dewan Komisaris PT. Pertamina (Persero) telah menunjuk Muhamad Husen sebagai pelaksana tugas sementara Direktur Utama PT Pertamina menggantikan Karen Agustiawan yang mengundurkan pertengahan Agustus lalu.
Menanggapi itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku sempat dimintai pendapat oleh komisaris. Namun Dahlan menjawab enteng.
"Saya diberitahu, tidak masalah. Siapa saja, diundi saja tidak apa-apa," ungkap Dahlan usai memimpin rapim Holding Perkebunan dan Kehutanan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/9).
Dahlan menilai, pelaksana tugas Pertamina hanya bersifat sangat sementara lantaran tak lama lagi pemerintahan baru akan meneruskan tongkat estafet Kabinet Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dirut Pertamina yang bersifat tetap akan dipilih oleh Menteri BUMN di kabinet Jokowi-JK.
"Pengganti Bu Karen bersifat sangat sementara sampai pemerintah baru. Maka (Plt Dirut Pertamina) bukan menteri yang memutuskan tapi dewan komisaris," ungkapnya.
Untuk diketahui, sebelum diangkat menjadi PLT, Muhammad Husen menjabat sebagai Direktur Hulu yang diangkat pada 30 Mei 2011.
Muhammad Husen yang merupakan lulusan Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) di tahun 1984 serta Magister Sains di University of London (1989) juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina EP pada 1 Juli 2009.
Kemarin, VP Corporate Pertamina, Ali Mudakir menuturkan, dipilihnya Muhammad Husein bukan tanpa alasan kuat. Dia dipilih karena diyakini bisa meningkat sektor hulu migas Pertamina.
Anggota Dewan Komisaris Bambang Brodjonegoro menambahkan, pemilihan Muhammad Husein tidak lepas tanggung jawab untuk menggenjot kinerja sektor hulu migas agar menghasilkan keuntungan lebih besar bagi Pertamina.
Faktor senioritas juga ikut menentukan. Di internal perusahaan migas pelat merah itu, Muhammad Husein tergolong pimpinan terlama.
"Pokoknya alasan kuat sudah melihat semua kandidat. Dia paling senior. Jadi intinya karena senioritas dan portofolio," ungkapnya.