Jadi sarang mafia migas, DPR setuju pembubaran Petral

Pembubaran Petral akan mendorong pembangunan kilang minyak di dalam negeri.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Jadi sarang mafia migas, DPR setuju pembubaran Petral
kilang. ©2012 Merdeka.com

Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung wacana tim transisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) untuk membubarkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Pembubaran ini lantaran Petral diyakini menjadi sarang mafia migas."Setuju dengan wacana tersebut. Namun, pembubaran tersebut perlu dilihat dari segi korporasi," ujar Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/9).Wakil Ketua Komisi VI Azam Azman Natawijaya menambahkan wacana tersebut bagus untuk mendorong pemerintah membuat kilang minyak di dalam negeri."Kita perbaiki lah perminyakan ini supaya subsidi menjadi tidak membebani negara. Bagaimana caranya? Yang jelas kita buat refinery sehingga BBM bisa diproduksi di Indonesia dan pemerintah itu tidak dijual dan refinery di sini agar untuk rakyat," tambahnya. Namun, dia mengaku kebijakan ini sepenuhnya menyerahkan hal ini kepada pemerintah baru. Jika hal tersebut dianggap baik untuk memperbaiki Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka tak ada salahnya anak usaha Pertamina tersebut dibubarkan."Itu suatu ide yang bagus dan kita mendorong pemerintah buat refinery. Mungkin era Jokowi ini arah kesana untuk memperbaiki di sana. Tapi terserah Jokowi lah. Kalau itu dianggap baik dan dapat memperbaiki RAPBN kita kenapa tidak," tutup dia.

Rekomendasi