Adaro optimistis proyek PLTU Batang bisa segera digarap

Asalkan, pemerintah membantu pembebasan tanah.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Adaro optimistis proyek PLTU Batang bisa segera digarap
warga batang demo PLTU. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) optimistis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah, bisa segera dilakukan. Asalkan, pemerintah membantu pembebasan tanah.

"Insyaallah dengan bantuan pemerintah, kalau bisa jalan dengan pakai Undang-Undang nomor 2 tahun 2012 (tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum) akhir tahun selesai pembebasan tanahnya," ungkap Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir di Jakarta, Jumat (25/4).

Proses konstruksi bakal dilakukan setelah tanah yang dibutuhkan bebas seluruhnya. Proyek tersebut diperkirakan menghabiskan dana sebesar USD 4 miliar. "Pembangunannya masih lama, pembangunan itu 48 bulan setelah pembebasan tanah," imbuh Garibaldi.

Pembangunan megaproyek berkapasitas 2x1.000 megawatt ini melibatkan dua investor Jepang. Yaitu J Power dengan porsi kepemilikan proyek 34 persen, Itochu (30 persen). 

Sisanya 34 persen milik Adaro selaku investor lokal. Pelaksana tender PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).

Rekomendasi