Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa sebenarnya solusi untuk mengantisipasi krisis listrik di Sumatera Utara telah ada sejak 15 tahun lalu. Sayang, solusi berupa pembangunan transmisi listrik tersebut terkatung-katung sejak awal digarap pada 2008.
"Kalau proyek itu selesai 3 tahun, krisis listrik di Sumut itu bisa teratasi. Ini sudah 6 tahun dan belum tahu kapan selesainya? Karena melewati hutan dan izinnya sulitnya bukan main. Bahkan ada kontrak harus diputus," ujar Dahlan usai rapat BUMN di PT Pertani, Jakarta, Jumat (7/3).
Dahlan tidak mengira, perkembangan ekonomi di Sumut terjadi begitu cepat. Ini menyulut peningkatan kebutuhan listrik melebihi pasokannya.
Atas dasar itu, Dahlan berharap pembangunan jaringan transmisi berkekuatan 500 kilovolt sepanjang 1.200 kilometer bisa dimulai pengerjaannya Agustus mendatang dan selesai dalam dua tahun. Dengan begitu, krisis listrik di Sumut bisa teratasi.
Jaringan transmisi mulai dibangun dari Palembang (Sumsel) itu bernilai Rp 60 triliun dan akan digarap oleh konsorsium BUMN konstruksi. Adapun sumber pendanaannya mengandalkan pinjaman bank BUMN.
Diluar itu, Dahlan mengatakan, pembangunan transmisi listrik yang sudah terkatung-katung sejak 2008 tetap dilanjutkan. Soalnya, itu akan digunakan untuk memasok listrik ke kota-kota kecil di Sumatera.