Kementerian Energi dan Sumber Daya Energi menyatakan pengembangan sektor energi panas bumi masih menghadapi banyak kendala. Salah satu faktor penghambat yang cukup besar adalah isu sosial.Hal itu disampaikan oleh Direktur Panas Bumi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Tisnaldi. Dia memberikan contoh adanya berita penjualan Gunung Ceremai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Jasa Daya Chevron selaku anak perusahaan Chevron Geothermal Indonesia Ltd."Wilayah kerja (Gunung Ceremai) ini yang lelang Gubernur Jawa Barat. Tapi, salah kaprah kalau gunung itu dijual ke Chevron," ujar Tisnaldi di Jakarta, Selasa (4/3).Tetapi, Tisnaldi membenarkan Gunung Ceremai merupakan kawasan yang ditetapkan sebagai wilayah kerja pembangunan sektor energi panas bumi. Dia mengatakan, panas bumi Gunung Ceremai memiliki potensi besar jika dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangkit listrik."Memang luas wilayah kerjanya sebesar gunung, tapi yang digarap paling 8 hektar, itu untuk penggalian sumur," pungkas dia.
Kisruh penjualan Gunung Ceremai hambat ketahanan energi nasional
Panas bumi Gunung Ceremai memiliki potensi besar jika dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangkit listrik.
Rekomendasi