Bos PLN andalkan utang tingkatkan daya listrik nasional

Saat ini pinjaman PLN telah mencapai Rp 200 triliun.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Bos PLN andalkan utang tingkatkan daya listrik nasional
Tower Listrik. ©shutterstock.com

Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Nur Pamudji menyatakan saat ini pihaknya tengah giat meminjam dana baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini dia lakukan untuk meningkatkan kapasitas daya listrik secara nasional."Kalau mau bangun (pembangkit) dan meningkatkan daya listrik nasional, ya harus pinjam," ujar Nur di kantornya, Jakarta, Rabu (22/1).Nur mengatakan, pinjaman harus dilakukan lantaran pembangunan pembangkit tidak dapat berlangsung jika hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab, menurut dia, dana APBN yang diterima PLN tidak dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas listrik, melainkan untuk distribusi ke masyarakat."Kalau tidak meminjam, kita tidak akan pernah bisa membangun," terang dia.Saat ini, Nur mengatakan, pinjaman PLN telah mencapai Rp 200 triliun. Dia mengatakan, angka tersebut tercatat dalam pembukuan sepanjang 2013."Ini belum termasuk pinjaman dari Standard Chartered dan Finnvera," pungkas dia.Sebelumnya, PLN mendapat pinjaman sebesar EUR 160 juta atau Rp 2,6 triliun dari Standard Chartered Bank dan perusahaan pembiayaan ekspor asal Finlandia, Finnvera. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Arun di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) berkapasitas 184 MW dan PLTG Bangkanai di Kalimantan Tengah dengan kapasitas 155 MW.

Rekomendasi