Bangun dua PLTG, PLN dapat utangan Rp 2,6 triliun

PLTG di Arun (Aceh) dan Bangkanai (Kalteng).

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Bangun dua PLTG, PLN dapat utangan Rp 2,6 triliun
PLN. merdeka.com/Arie Basuki

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bakal membangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman sebesar 160 juta euro atau sekitar Rp 2,6 triliun dari Standard Chartered Bank.

Dua PLTG tersebut masing-masing dibangun di Arun (Aceh) dengan kapasitas 184 Megawatt (MW) dan Bangkanai (Kalimantan Tengah) dengan kapasitas 339 MW.

Finnvera, lembaga pembiayaan ekspor (ECA) milik pemerintah Finlandia, mengeluarkan jaminan kredit ekspor untuk fasilitas pinjaman tersebut.

"Fasilitas pinjaman ini merupakan yang pertama diberikan oleh ECA yang dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Finlandia," ujar Dirut PLN Nur Pamudji di kantornya, Jakarta, Rabu (22/1).

Menurut Nur, pinjaman ini tidak akan membebani pemerintah. Hal ini lantaran PLN tidak mengunakan jaminan dari pemerintah.

"Pinjaman ini hanya didasarkan pada kepercayaan," ungkap Nur.

Pada kesempatan yang sama, CEO Standard Chartered Bank Tom Aaker sangat mengapresiasi kerja sama ini.

"Kerjasama ini menunjukkan keberhasilan dan komitmen kami untuk mendukung BUMN dalam melaksanakan inovasi dan pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan," kata Tom.

Sementara itu, Executive Vice President Finnvera Topi Vesteri mengatakan, proyek ini memiliki peran sangat strategis bagi pengembangan alih teknologi yang membuka kesempatan bagi Finlandia untuk mengekspor mesin.

"PLTG baru tersebut akan dapat meningkatkan kapasitas daya listrik dan mendukung pembangunan di wilayah sekitarnya," pungkas dia.

PLTG Arun direncanakan akan menggunakan 19 mesin berbahan bakar Liquid Natural Gas (LNG). Untuk pasokan gas, PLN telah menjalin kerjasama dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) yang mengoperasikan kilang Arun.

Sementara PLTG Bangkanai akan menggunakan 16 mesin berbahan bakar LNG. Pasokan gas PLTG ini akan dipenuhi oleh lapangan migas West Bangkanai yang dikelola oleh Salamander Energy.

Rekomendasi