Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung rencana pemerintah mencabut subsidi listrik untuk golongan industri. JK, sapaan akrabnya, yakin jika rencana itu dijalankan, penggunaan listrik menjadi lebih hemat.
"Itu bagus, supaya bisa menghemat listrik," ujar Jusuf Kalla di Gedung PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Jakarta, Rabu (22/1).
Dalam pandangannya, subsidi energi termasuk listrik, harus lebih adil. Ada sebagian masyarakat yang harus mendapat subsidi dan sebagian lainnya yakni industri, tidak perlu mendapat subsidi.
"Masak industri dan punya rumah gede disubsidi rakyat," kata dia.
JK juga meminta semua pihak, baik rumah tangga maupun industri lebih berhemat dalam hal penggunaan listrik. Itu bisa dilakukan dengan tidak mengaktifkan perangkat elektronik yang tidak diperlukan.
"Jangan kalau disubsidi terus jadi murah. Bisa habis lah kita," pungkas dia.
Sebelumnya, Pemerintah dan Komisi VII DPR telah sepakat untuk mencabut subsidi tarif listrik secara bertahap pada golongan pelanggan industri (I3) yang berstatus terbuka (Tbk) dan golongan industri besar (I4) secara bertahap dua bulan sekali mulai Mei 2014. Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyebutkan jumlah I3 mencapai 371 perusahaan dan golongan I4 sebanyak 61 perusahaan. "Jumlah pelanggan I3 yang kena 371 itu yang tbk. I4 ada 61 pelanggan," kata Jero Wacik.