Tahun ini Kemenperin fokus kembangkan gula, pupuk, mobil murah

Tiga industri ini dinilai punya daya saing yang lebih baik jika dibanding negara kawasan Asia Tenggara.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Tahun ini Kemenperin fokus kembangkan gula, pupuk, mobil murah
Astra Agya dan Ayla. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Pertumbuhan industri nonmigas tahun lalu terbukti moncer, mencapai 6,4 persen. Nilai ekspor industri serupa misalnya pupuk kimia, karet, semen, dan tembakau mencapai USD 107 miliar atau 60 persen total ekspor nasional.

Dari gambaran tersebut, Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun menyatakan pihaknya akan fokus melanjutkan pertumbuhan sektor nonmigas sepanjang tahun ini. "Kami masih punya pekerjaan besar dengan sasaran utama antara lain pertumbuhan industri pengolahan nonmigas," ujarnya di Bidakara, Jakarta, Selasa (12/2).

Kemenperin menargetkan, industri nonmigas dapat tumbuh 7,1 persen. Perkembangan itu diperkirakan bakal menyerap 400.000 tenaga kerja.

Dari berbagai jenis industri nonmigas, Kemenperin fokus pada tiga jenis industri tahun ini. Alasannya, industri tersebut punya daya saing yang lebih baik jika dibanding negara kawasan Asia Tenggara.

"Fokus kami tahun ini revitalisasi industri gula, industri pupuk, dan pengembangan mobil LCGC. Kalau tahun lalu kita telah melakukan hilirisasi sawit," kata Alex.

Rencana kerja pemerintah ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan investor. Alex menuturkan target investasi asing untuk sektor industri tahun ini sebesar USD 12 miliar dan modal dalam negeri Rp 42 triliun.

Rekomendasi