Kendati pelaku kejahatan (Fraud) melalui sistem pembayaran menggunakan kartu kredit telah mengalami penurunan drastis setelah penerapan sistem chip untuk, penipuan melalui jalur lain tetap saja tinggi. Salah satu caranya adalah dengan membuat rekening palsu.
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mendapati sepanjang 2012 terdapat banyak sekali kejahatan dengan menggunakan rekening palsu. "Sistem pembayaran paling besar di rekening palsu. Kartu Kredit sudah berkurang. Data terakhir 2012 terdapat 3.000 kejadian dari penipuan rekening palsu," kata Wakil Ketua Badan Pengurus ASPI Isbandiono Subadi di Hotel Bidakara, Senin (28/1).
Menurut Isbandono, banyak sekali cara penipuan dengan menggunakan rekening palsu ini. Salah satunya adalah melalui iming-iming hadiah. "Terima telepon mendapatkan hadiah tapi harus transfer sejumlah uang terlebih dahulu," kata Isbandono.
Sedangkan pelaku penipuan, lanjut Isbandono, terbagi menjadi dua cara. Dengan menggunakan KTP yang memang palsu dan dengan menggunakan KTP yang asli namun disalahgunakan. "Ada 1 orang punya 50 KTP. Ada juga yang asli tapi palsu, misal pemulung punya KTP, KTP-nya dipakai (penipu) untuk buka rekening, pemulungnya dikasih Rp 100.000," papar Isbandono.
Perbankan sendiri bersama Bank Indonesia terus memperketat pengawasan terhadap pola penipuan menggunakan rekening palsu ini. "(BI) Kerja sama dengan bank, bahwa untuk hal-hal begitu, kalau bisa cepet blokir, blokir langsung. (Nasabah) Harus lapor ke call center. Itu dengan DIMP (Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan) BI," jelas Isbandono.
Bank Indonesia sendiri telah membentuk kelompok kerja atau yang disebut dengan working group dalam menindaklanjuti kejahatan penipuan ini. Melalui working group yang terdiri dari 22 bank, konvensional dan syariah, informasi penggunaan rekening untuk penipuan bisa saling dibagikan dan disebarluaskan.
Isbandono berharap, dengan aplikasi e-KTP kejahatan berupa rekening palsu bisa terus ditekan. "(Dengan) KTP elektronik mungkin nanti (rekening palsu) akan berkurang banyak," tutup dia.