Hasil investigasi Bumi Resources yang diumumkan oleh dewan direksi Bumi Plc dinilai belum memuaskan. Nathaniel Philip Rothschild sebagai pemegang 14,799 persen saham Bumi Plc mengatakan hasil tersebut menunjukkan bahwa Samin Tan sebagai Presiden Direktur tidak independen.
"Pengumuman hasil investigasi penyimpangan laporan keuangan Bumi Resources oleh direksi Bumi Plc yang tidak komplet menunjukkan bahwa direksi Bumi memang tidak berniat menerbitkan hasil yang lengkap. Hal ini menentukan bahwa posisi Samin tan sebagai Presiden Direktur tidak dapat dipertahankan lagi," ujar juru bicara NR Investment Ian Middleton dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Rabu (23/1).
Posisi Samin di Bumi Plc, ujar Middleton, sudah sangat jelas dari pernyataan Samin sebelumnya yang menyebut bahwa dia adalah "teman" Grup Bakrie. Hal itu juga telah diputuskan dalam pihak otoritas pengambilalihan Inggris, Takover Panel. "Untuk itu, dia dan partner lainnya di Bumi Plc harus mundur dari dewan direksi sesegera mungkin," tegas dia.
NR Investment sebagai perwakilan Rothschild juga menyebutkan bahwa pada hasil investigasi tersebut menyisakan beberapa pertanyaan. Rothschild menganggap investigasi tersebut terlalu diabaikan mengingat dugaan penyimpangan di laporan keuangan tersebut bisa mencapai USD 1 miliar.
"Dalam pengumuman (hasil investigasi), terlihat jelas Bumi Plc yang memiliki saham 29,2 persen dalam Bumi Resources tidak memiliki akses yang leluasa untuk menyelidiki anak usahanya. Ini tidak dapat diterima," ujar dia.
Selain itu, dalam penyelidikan laporan Berau, disebutkan tidak dapat dilanjutkan dengan alasan adanya biaya dan risiko. Tapi, lanjut dia, alasan tersebut tidak dijelaskan secara detil. "Ini tidak bisa diterima karena pernyataan tersebut datang dari direksi yang berpotensi terlibat dalam penyalahgunaan tersebut," kata dia.
"Dengan begitu, kami telah menyurati Bumi Plc untuk berkonsultasi dahulu kepada pemilik saham minoritas. Kami tetap menuntut Bumi Plc menerbitkan laporan investigasi yang tanpa sensor sama sekali," ungkap dia.
Sebelumnya, hasil investigasi dugaan penyimpangan di perusahaan tambang Bakrie menyimpulkan bahwa tuduhan itu tidak mempunyai dasar. Hal tersebut disebabkan oleh dokumen yang menjadi awal penyelidikan adalah hasil dari pencurian. Selain itu, beberapa saksi kunci dalam kasus tersebut tidak bersedia untuk diwawancara.