Keyakinan akan penemuan cadangan migas baru semakin menguat di penghujung tahun ini. Melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengklaim, penerapan konsep Oil Pool Enlargement di sumur eksplorasi Tapah-1 Sangatta Kalimantan Timur mampu menghasilkan minyak 1.000 barel minyak per hari (BOPD).
Hasil uji kandungan lapisan ke-6 (DST-6) dari lapisan batupasir formasi Lower Balikpapan pada kedalaman 1551-1554 m didapatkan laju alir minyak sebesar 1.017 BOPD dan laju alir gas 1 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Keberhasilan eksplorasi cadangan minyak ini diharapkan bisa menjadi momen kebangkitan peningkatan produksi di lapangan Sangatta.
Sebelumnya, pada awal tahun 2012 telah ditemukan cadangan minyak di area Sangatta dari sumur eksplorasi Salmon Biru-1 yang terletak 2 km di sebelah barat Lapangan Sangatta. Hasil dari DST-3 didapat minyak dengan total 50 barel dan laju alir gas 0.08 MMSCFD. Kegiatan eksplorasi Salmon Biru menerapkan konsep eksplorasi baru pada batupasir formasi Pulubalang yang terbukti menghasilkan hidrokarbon di Lapangan Sangatta.
Lapangan Sangatta merupakan lapangan tua peninggalan Belanda yang dikembangkan oleh Pertamina sejak tahun 1974 dan masih berproduksi hingga saat ini. Di masa yang akan datang, Pertamina EP mengandalkan eksplorasi dari Lapangan Sangatta.
Terlebih, setelah penemuan hidrokarbon di Lapangan Sangatta pada akhir tahun ini. Kegiatan Eksplorasi yang dilakukan tahun ini tidak hanya pengeboran tapi juga survei Seismik 2D West Sangatta (41 Km), 2D North Sangatta (52 Km) ,dan 3D Sturisoma (157 Km2) yang nantinya diharapkan dapat menelurkan prospek-prospek siap bor yang dapat dieksekusi dalam 2 tahun ke depan.
Tahun depan, salah satu target Pertamina EP dalam eksplorasinya adalah melakukan pengeboran 28 sumur. Target produksi minyak Pertamina EP tahun depan sekitar 137.000 barel per hari dan gas 1.160 MMSCFD. Estimasi biaya investasi pada 2013 diperkirakan bisa mencapai Rp 10,3 triliun. Estimasi ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan prognosa tahun 2012 sebesar Rp 7,2 triliun.