Badai Sandy rugikan AS hingga Rp 192 triliun

Badai Sandy telah melumpuhkan kegiatan di seluruh New York yang merupakan pusat aktivitas ekonomi di AS.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Badai Sandy rugikan AS hingga Rp 192 triliun
Hurricane sandy. © Euronews.com

Badai Sandy yang menyerang Amerika Serikat selama beberapa hari terakhir disinyalir akan menimbulkan kerugian USD 20 miliar atau sekitar Rp 192 triliun.

Menurut berita yang dilansir dari situs Bloomberg, kerugian yang dapat diklaim oleh asuransi hanya sekitar setengahnya atau USD 5 miliar hingga USD 10 miliar.

Adanya badai Atlantik terbesar tersebut telah menyerang New York sepanjang 900 mil hingga Manhattan. Dengan adanya bencana tersebut, sekitar 12.500 penerbangan dibatalkan, penumpang terlantar sementara bursa New York tutup dua hari.

"Badai ini mempunyai beberapa aspek di dalamnya, ada angin, hujan, salju dan bulan purnama, dan ada badai juga. Selain itu, akan ada imbas juga dari badai ini. Semua ini butuh beberapa level persiapan," ujar Doug Spiron, pengusaha penyedia perbaikan rumah sebagai tanggap darurat Home Depot Inc.

Sementara itu, para pengamat ekonomi berbeda pendapat mengenai seberapa besar kerugian akibat badai ini. Setidaknya, Sandy akan menimbulkan kerugian sekitar 0,1 hingga 0,2 presentase dari produk domestik bruto AS di kuartal keempat. Hal tersebut disebabkan oleh porsi belanja modal yang turun karena banyak restoran yang tutup.

"Ada beberapa aktivitas ekonomi yang hilang dan susah untuk dikembalikan akibat badai ini. Misalnya saja sebuah restoran yang tutup hari ini tidak akan mendapatkan keuntungan setara dua hari saat buka nanti," ujar Ekonom senior Wells Fargo Securities Mark Vitner kepada Bloomberg.

Produk domestik bruto AS mencapai USD 13,6 triliun per tahun dengan pertumbuhan 2 persen pada kuartal ketiga tahun ini.

Rekomendasi