Bank Mandiri Hong Kong memperkirakan transaksi pengiriman uang (remittance) pada saat ramadan akan meningkat 30 persen dibandingkan transaksi pada hari biasa. Peningkatan transaksi akan terjadi pada saat awal Ramadan nanti.
Manager Operasi Bank Mandiri Hong Kong Rachmat Widiyanto mengatakan Bank Mandiri Hong Kong akan menyiapkan jaringan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi remittance tersebut. "Ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan transaksi pengiriman uang oleh pekerja migran Indonesia," katanya dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, minggu (15/7).
Dia mengatakan Bank Mandiri akan berupaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam melakukan transaksi remittance bagi para pekerja migran Indonesia, sehingga pendapatan yang telah dihasilkan selama bekerja di Hong Kong dapat digunakan secara bijak.
Pada 2011, pengiriman uang yang dilakukan para pekerja migran Indonesia mencapai Rp 125 miliar dengan jumlah transaksi mencapai 30.200. Semester pertama 2012, volume transaksi mencapai 16.089. "Ini semua hanya untuk yang di Indonesia. Ada rekening Mandiri ke Mandiri, bank lain dan pengambilan tunai," katanya.
Pengiriman uang yang dilakukan pekerja migran Indonesia di Hong Kong tersebut dilakukan melalui kantor remittance Bank Mandiri Hong Kong yang terletak di Keswick Street Causebay. Berdasarkan catatan Bank Mandiri Hong Kong, sebesar 52 persen dari total pengiriman uang yang dilakukan melalui Bank Mandiri Hong Kong ditujukan ke provinsi Jawa Timur,38 persen ke provinsi Jawa Tengah dan sisanya dikirimkan ke berbagai wilayah di Tanah Air.