Meninggalnya taipan bisnis nasional, Sudono Salim alias Liem Sioe Liong pada Minggu (10/6) sore telah meninggalkan bekas di mata pebisnis Indonesia. Terlebih lagi generasi muda bisnis yang kini menjadi ujung tombak perkembangan industri di Indonesia.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Raja Sapta Oktohari mengungkapkan dukanya yang mendalam dengan meninggalnya pendiri Indofood dan BCA ini. "Om Liem itu jauh masanya dengan saya. Beliau menciptakan perusahaan-perusahaan mega raksasa," ujar dia.
Raja juga mengungkapkan bahwa betapa Liem menjadi inspirasi dan ladang belajar bagi pengusaha-pengusaha muda Indonesia. "Banyak hal positif yang bisa kita contoh darinya sebagai pengusaha besar," tutur dia.
Sementara mantan ketua Hipmi periode 2005 hingga 2008, Sandiaga Uno juga menunjukkan rasa kehilangannya. "Kita kehilangan seorang pengusaha yang sudah membuktikan bahwa Indonesia sanggup bersaing di pasar global," kata dia. Namun, dia yakin bahwa akan muncul Liem-Liem baru yang terinspirasi dari sepak terjang taipan tersebut.
Sementara Dirut BCA, Jahja Setiaatmadja mengungkapkan bahwa Liem adalah seorang pengusaha yang sederhana namun mampu menciptakan lapangan kerja yang banyak di Indonesia. "Kita kehilangan satu tokoh pengusaha yang sederhana tetapi telah menciptakan begitu banyak lapangan kerja bagi Indonesia," kata dia.
Liem diketahui memulai usahanya sejak dia hijrah di Indonesia. Dia memulai usahanya dari membuka pabrik sabun yang menjadi cikal bakal Indofood. Di bawah kepemimpinan orde baru, bisnisnya diketahui makin moncer. Namun, saat krisis 1998 lalu, usahanya terpaksa harus diserahkan kepada BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) sebagai kompensasi atas pailitnya BCA.
Namun anaknya, Anthony Salim tidak hanya menelan sendok emas itu begitu saja. Dia sama gigihnya dengan sang ayah. Hingga sekarang dia berhasil mengembangkan Indofood hingga manca negara.