Orang 'dekat' Istana di perusahaan negara

Tiga staf ahli kepresidenan belum menduduki jabatan sebagai komisaris di perusahaan-perusahaan negara.

Alwan Ridha Ramdani
Oleh Alwan Ridha Ramdani - Reporter
Orang 'dekat' Istana di perusahaan negara
istana merdeka. merdeka.com/blogspot.com

Munculnya nama Staf Khusus Kepresidenan bidang komunikasi politik Daniel Theodore Sparringa sebagai salah satu komisaris di PT Bank Negara Indonesia (BNI), kembali mengingatkan beberapa deretan orang 'dekat' istana yang mendapat jatah kursi di perusahaan milik negara.

Melalui website resmi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dapat ditelusuri rekam jejak orang 'dekat' istana yang duduk di jajaran komisaris perusahaan negara. Sebelum menjabat sebagai komisaris di salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut, Daniel Sparringa duduk di salah satu jajaran kursi komisaris Perum Perhutani. Dia diangkat menjadi komisaris di perusahaan kehutanan tersebut terhitung sejak 22 Juli 2011.

Selain Daniel Sparringa, ada pula nama juru bicara Presiden bidang dalam negeri Julian Aldrian Pasha. Julian dipercaya mengisi salah satu kursi komisaris PT Petrokimia Gresik. Dia diangkat terhitung sejak 19 Januari 2011. Meskipun bergelar Doktor bidang Politik, Julian bergabung bersama Sumaryo Gatot, Mustofa, Imam Apriyanto, dan Romulo Simbolon dalam jajaran direksi perusahaan produsen pupuk terlengkap di Indonesia tersebut.

Tidak mau ketinggalan, staf ahli kepresidenan bidang informasi Heru Lelono juga 'dititipkan' ke salah satu perusahaan perbankan terbesar di Indonesia. Berdasarkan rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun 2009, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan salah satu kursi komisaris kepada Heru Lelono. Dia diangkat dan mulai menjabat terhitung sejak 20 Mei 2010.

Staf ahli Presiden bidang komunikasi sosial Mayjen TNI (Purn) Sardan Marbun juga mendapat jatah kursi di salah satu perusahaan pelat merah. Sardan Marbun diangkat menjadi salah satu komisaris PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Pengangkatan ini melalui Kepmen BUMN No.KEP–183/MBU/2008.  Sardan menduduki kursi komisaris di perusahaan perkebunan tersebut bersama dengan Achmad Mangga Barani, Deddy Suardy, Herry Sucipto, Herman Hidayat, dan Heri Sebayang.

Meskipun telah mundur, staf ahli kepresidenan bidang bantuan sosial dan bencana  Andi Arief juga tercatat pernah ditempatkan di salah satu perusahaan negara. Awal tahun 2006, Andi Arief ditunjuk menjadi salah satu komisaris PT Pos Indonesia. Namun, seiring polemik yang berkembang, Andi mundur pada 15 juni 2009 dan resmi berhenti satu bulan berikutnya.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo juga ditempatkan di salah satu BUMN strategis. Adik dari Ibu Negara Ani Yudhoyono ini menjabat sebagai komisaris utama di PT Pindad. Dia diangkat dan mulai menjabat pada 23 Februari 2012 berdasarkan surat keputusan bernomor KEP-74/MBU/2012.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati kerap dikait-kaitkan cukup dekat dengan istana. Anny yang menjadi dosen penguji disertasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengambil gelar Doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga dipercaya menjadi komisaris PT Pertamina (Persero). Dia dilantik dan sah duduk di kursi komisaris Pertamina terhitung sejak 6 Mei 2010.

Namun, dari deretan nama-nama staf ahli kepresidenan yang mendapat jatah kursi di perusahaan negara, masih terdapat beberapa nama yang tidak dan belum memegang jabatan komisaris di BUMN-BUMN.

Sebut saja staf Khusus kepresidenan bidang hubungan internasional sekaligus juru bicara bidang luar negeri Teuku Faizasyah, staf ahli kepresidenan bidang pangan dan energi Prof Dr Jusuf, dan staf ahli kepresidenan bidang publikasi dan dokumentasi Kol CAJ Dr Ahmad Yani Basuki.  

Rekomendasi