Ratusan Karyawan Disabilitas Alfamidi Raih Kenaikan Jenjang Karir, Bukti Kesetaraan di Dunia Retail
Sebanyak 248 Karyawan Disabilitas Alfamidi berhasil mendapatkan kenaikan jenjang karir tahun ini, menunjukkan komitmen perusahaan retail dalam menciptakan ruang inklusi dan kesetaraan.
PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi) mengumumkan pencapaian signifikan dalam program inklusi pekerjanya. Sebanyak 248 dari total 327 pekerja disabilitas, yang dikenal sebagai Alfability, berhasil meraih kenaikan jenjang karir pada tahun ini. Ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan retail terhadap kesetaraan dan kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pencapaian ini menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan berkembang di lingkungan profesional. Alfamidi secara konsisten membuka ruang inklusi bagi pekerja disabilitas sejak tahun 2019. Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mendorong hak-hak penyandang disabilitas.
Human Capital General Manager Alfamidi, Christiana Windarsih, menyatakan perusahaan memastikan setiap pekerja disabilitas memiliki peluang yang sama. Mereka diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mencapai jenjang karir yang lebih tinggi. Inisiatif ini juga memperkuat budaya kerja yang menghargai keberagaman dan kesetaraan di seluruh cabang Alfamidi.
Komitmen Alfamidi dalam Menciptakan Lingkungan Kerja Inklusif
Alfamidi telah menunjukkan komitmen kuat terhadap inklusi dengan melampaui kuota karyawan disabilitas yang ditetapkan pemerintah. Saat ini, perusahaan memiliki 327 pekerja disabilitas dari berbagai jenis, termasuk 41 tunanetra parsial, 59 tunarungu, 6 tunagrahita, 160 tunadaksa, 8 tunawicara, dan 53 disabilitas ganda. Jumlah ini jauh melampaui persyaratan satu persen dari total lebih dari 30.000 karyawan Alfamidi.
Lingkungan kerja yang inklusif di Alfamidi menempatkan para pekerja disabilitas sebagai mitra kerja yang setara. Christiana Windarsih menekankan bahwa perusahaan memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara maksimal. Ini menciptakan suasana kerja yang saling mendukung dan menghargai perbedaan di setiap tingkatan organisasi.
Untuk mendukung komunikasi yang efektif, Alfamidi juga menyelenggarakan pelatihan bahasa isyarat bagi karyawan non-disabilitas. Inisiatif ini membantu menjembatani kesenjangan komunikasi antara rekan kerja. Selain itu, karyawan disabilitas yang bekerja di toko dilengkapi dengan seragam atau pin khusus untuk menginformasikan kepada konsumen mengenai keberadaan karyawan Alfability.
"Ruang inklusi bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang menghargai keberagaman dan kesetaraan," kata Christiana. Pernyataan ini menegaskan visi perusahaan dalam membangun tim yang beragam dan berdaya.
Kisah Inspiratif Karyawan Disabilitas Alfamidi Raih Kesuksesan
Kenaikan jenjang karir yang diberikan Alfamidi menjadi inspirasi bagi banyak pekerja disabilitas di seluruh Indonesia. Salah satu contohnya adalah Royan Wahyu, seorang penyandang disabilitas tunarungu yang telah bergabung dengan Alfamidi sejak tahun 2022. Sebelumnya, Royan bekerja sebagai pengemudi ojek online, namun kini ia menemukan lingkungan kerja yang lebih stabil dan inklusif.
Royan mengungkapkan rasa senangnya bisa bekerja di sektor retail dan mendapatkan hak serta kesempatan yang setara dengan rekan-rekan lainnya. Ia tidak hanya fokus pada pekerjaannya, tetapi juga berupaya meningkatkan kualifikasi dirinya. Saat ini, Royan sedang menempuh pendidikan tinggi jurusan Akuntansi di Universitas Terbuka sejak tahun 2023.
Royan berharap dapat meraih gelar S1 untuk menunjang karirnya agar lebih baik lagi di masa depan, menunjukkan dedikasi tinggi dalam pengembangan diri. Kisah sukses lain datang dari Indu Rahma, seorang disabilitas tunanetra parsial yang bergabung pada tahun 2019. Dengan kerja keras dan dedikasi, Indu kini telah menduduki posisi penting sebagai wakil kepala toko.
“Kekhawatiran orang tua kami, anaknya tidak bisa bekerja karena kekurangan sudah terobati,” ungkap Indu, menyoroti dampak positif program ini bagi keluarga. Ia juga berharap Alfamidi terus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan untuk penyandang disabilitas. Ini akan memberikan kesempatan lebih luas bagi mereka untuk berkarya dan mandiri.
Sumber: AntaraNews